Berita

Foto/Net

Hukum

KPK Ingatkan Jangan Ada Gratifikasi Di Pernikahan Putri Jokowi

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 20:06 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa dampak dari pemberian hadiah bisa berujung pada tindak pidana korupsi.

Wakil Ketua KPK Saut menilai yang patut dikhawatirkan dari sebuah pemberian yakni benturan kepentingan dari penyelenggara negara terhadap pihak pemberi.

Untuk itu jugalah KPK menyarankan agar penyelenggara negara menolak hadiah yang diberikan. Termasuk dalam acara resepsi pernikahan anak si penyelenggara negara.


"Jadi menolak apapun pemberian ketika seseorang yang sudah menjabat itu yang direkomendasikan KPK," ujar Saut saat dihubungi wartawan, Selasa (7/11).

Saut menambahkan, tradisi pemberian hadiah ini dimulai sejak era 1800-an. Saat itu para mafia di Amarika Serikat memberikan hadiah sebagai perikatan janji antar kalangan mafia.

Menurut Saut, sekali ada pemberian hadiah kepada penyelenggara negara maka tidak menutup kemungkinan perikatan janji layaknya seperti di kalangan mafia akan terjadi.

"Perikatan itu akan ada ketergantungan, janji, saling ketergantungan dan lain-lain akan menjadi potensi KKN dan seterusnya. Ini yang berbahaya. Jadi lebih baik ditolak segala bentuk pemberian, karena akan ada potensi ketergantungan," tutup Saut. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya