Berita

Politik

KPU Bumikan Pemilu Lewat Konsep Pemilih Berbasis Keluarga

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 16:33 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tengah menggagas sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga. Konsep ini diharapkan dapat mendekatkan pemilih dengan penyelenggara Pemilu dan isu-isu kepemiluan sehingga partisipasi pada keseluruhan tahapan Pemilu meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Komisioner KPU RI Wahyu Setiawan mengatakan konsep sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga merupakan upaya KPU untuk menjadikan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih lebih merakyat dan membumi.

"Selama ini sosialisasi dan pendidikan pemilih yang kita lakukan terkesan elitis dan eksklusif karena dilakukan secara segmented. Kita juga lebih cenderung berorientasi pada publikasi kegiatan di media, sementara basis-basis pemilih yang menjadi target sosialisasi dan pendidikan pemilih kurang tergarap secara optimal," kata Wahyu dalam 'Diskusi Kelompok Terarah, Penyusunan Panduan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berbasis Keluarga', di kantor KPU RI, Jakarta, Selasa (7/11).


Sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga akan menjadi 'produk' unggulan penyelenggara Pemilu dalam menyasar pemilih. Keluarga sebagai basis sosialisasi dan pendidikan pemilih sudah terakomodir dalam Peraturan KPU 8/2017 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan.

KPU berkeyakinan pendekatan basis keluarga merupakan yang paling efektif karena semua kategori pemilih akan kembali dan berkumpul dengan keluarganya masing-masing.

"Ini semacam doa sapu jagat. Kita menyasar satu basis pemilih, tetapi basis yang lain otomatis ikut di dalamnya karena pemilih, siapapun dia akan kembali ke keluarganya," ujar Wahyu.

Pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga akan ditempuh melalui dua metode, yaitu dari pintu ke pintu atau mendatangi langsung pemilih di rumahnya dan melalui Forum Warga yang ada di tingkat rukun tetangga, rukun warga, desa/kelurahan dan kecamatan.

"Kita tidak akan mendesain forum, tetapi memanfaatkan forum yang secara alamiah ada di tengah-tengah masyarakat seperti forum keagamaan, forum adat, forum pertemuan RT/RT, forum pemerintahan, forum kelompok tani dan nelayan, forum kepemudaan dan forum perempuan," beber Wahyu.

Komisioner KPU RI periode 2012-2017, Ferry Kurnia Rizkiyansyah yang hadir sebagai salah satu narasumber dalam diskusi menekankan pentingnya KPU memanfaatkan jejaring di luar KPU untuk menjangkau pemilih berbasis keluarga.

"Tetapi jejaring yang kita gunakan sebaiknya yang program dan kegiatannya berhubungan dengan keluarga seperti BKKBN dan Kantor Urusan Agama (KUA)," ujarnya.

Ferry juga menekankan pentingnya menyusun materi sosialisasi yang sesuai dengan kebutuhan basis keluarga. "Harus ada penekanan pada isu-isu tertentu dengan bahasa yang ringan dan enteng. Jangan sampai ada kesan bahwa Pemilu itu sesuatu yang berat dan membebani," ujarnya. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya