Berita

Ma'ruf Cahyono/Net

MPR-Unsoed Gelar FGD Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 12:32 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Bangsa Indonesia saat ini sangat perlu internalisasi dan konseptualisasi Pancasila. Gagasan tersebut menjadi penting karena tantangan jaman sekarang semakin kompleks.

Antara lain, derasnya arus globalisasi mengggerus nilai-nilai luhur yang ada dalam Pancasila seperti toleransi, gotong royong, dan musyawarah yang sepertinya mulai ditinggalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal MPR RI Ma'ruf Cahyono di hadapan para peneliti Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertema 'Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila', di Ballroom Java Herritage Hotel, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (7/11). FGD kerjasama MPR dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan LPPM Unsoed.
 

 
"Melihat begitu pentingnya peran Pancasila dalam kehidupan bangsa, MPR melakukan kajian akademik dengan berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Jenderal Soedirman. Hal ini sesuai dengan Keputusan MPR 4/2014 untuk melakukan kajian ketatanegaraan, salah satu rekomendasinya diperlukan kajian menyeleluruh tentang internalisasi dan konseptualisasi Pancasila," ujarnya.

Hasil penelitian nanti, lanjut Ma'ruf, akan memiliki fungsi sebagai daya tahan nasional, daya saing, dan sebagai media untuk mencerdaskan masyarakat lewat gagasan alternatif yang ditawarkan.

"Saya harap, hasil penelitian tidak hanya bagus dalam penulisan laporan tetapi juga mampu masuk dalam ruang bangsa dan kebijakan," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Peneliti Unsoed Prof. M. Fauzan mengungkapkan bahwa kerjasama penelitian MPR dan Unsoed tentang Penguatan Sistem Demokrasi Pancasila berlangsung dari bulan Agustus 2017 hingga bulan November 2017.

Sedangkan hasil penelitian, seperti dipaparkan tim peneliti dibagi dalam tiga topik yakni Internalisasi Pancasila Dalam Konsep Haluan Negara, Aktualisasi Pancasila dalam Perumusan Peraturan Perundang-Undangan, dan Aktualisasi Pancasila dalam Perumusan Kebijakan Ekonomi. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

JK Bukan Pelaku Penista Agama

Rabu, 22 April 2026 | 04:11

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

Rabu, 22 April 2026 | 03:37

GoSend Rilis Fitur Kode Terima Paket

Rabu, 22 April 2026 | 03:13

Disita Aset Rp2 Miliar dari Safe Deposit Box Pejabat Bea Cukai

Rabu, 22 April 2026 | 03:00

Rano Tekankan Integritas CPNS Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 22 April 2026 | 02:24

Pegawai BUMN Dituntut Tangkal Narasi Negatif terhadap Pemerintah

Rabu, 22 April 2026 | 02:09

Ibrahim Arief Merasa Jadi Kambing Hitam Kasus Chromebook

Rabu, 22 April 2026 | 02:00

Keluarga Nadiem Adukan Dugaan Kejanggalan Kasus Chromebook ke DPR

Rabu, 22 April 2026 | 01:22

Fahira Idris: Perempuan Jadi Tumpuan Indonesia Maju 2045

Rabu, 22 April 2026 | 01:07

Dony Oskaria: Swasembada Pangan Nyata Bukan Hoaks

Rabu, 22 April 2026 | 01:03

Selengkapnya