Berita

Foto: RMOL

Hukum

Rudi, Chaeruman, dan Agun Dipanggil KPK

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 10:45 WIB | LAPORAN:

Pengacara Rudi Alfonso kembali mendatangi gedung KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (7/11). Ia tiba pukul 09.35 WIB dan langsung masuk ke lobi gedung antirasuah tersebut.

Saat ditanya wartawan tentyang pemeriksaannya, Ketua Bidang Hukum dan HAM Partai Golkar itu hanya menjawab singkat.

"SN (Setya Novanto)," jawabnya.


Rudi akan diperiksa sebagai saksi kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) untuk Setya Novanto

Kemarin (Senin, 6/11), beredar surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) di kalangan wartawan. Dalam surat tersebut tertulis, 'Dengan ini diberitahukan bahwa pada hari Selasa, tanggal 31 Oktober, telah dimulai penyidikan perkara tindak pidana korupsi dalam pengadaan paket penerapan kartu tanda penduduk berbasis nomor induk kependudukan secara nasional (KTP elektronik) tahun 2011 sampai dengan 2012 pada Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia yang diduga dilakukan oleh Setya Novanto'. Surat tersebut bertanggal 3 November 2017.

Selain Rudi, dua kader partai Golkar Chaeruman Harahap dan Agun Gunandjar juga terlihat muncul di edung KPK. Agun Gunandjar tiba tak lama setelah Rudi. Sedangkan Chaeruman pukul 10.15 WIB.

Belum diketahui apakah Chaeruman dan Agun juga akan diperiksa sebagai saksi untuk Setya Novanto.

Saat dikonfirmasi, Juru bicara KPK Febri Diansyah hanya menyampaikan bahwa penyidik hari ini akan memeriksa sejumlah saksi dalam pengembangan kasus KTP-el. Namun ia enggan menyebut nama tersangkanya.

"Belum spesifik nama ya. Hari ini ada sejumlah saksi yang diperiksa untuk pengembangan kasus e-KTP," katanya.

Saat ini KPK juga masih memperoses penyidikan dua tersangka KTP-el lainnya. Yakni Dirut PT Quadra Solution dan anggota DPR Markus Nari.[wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya