Berita

Ari Dono Sukmanto di Malaysia/Bareskrim Polri

Hukum

Ini Mengapa Jaringan Narkoba Malaysia-RI Tumbuh Subur

SELASA, 07 NOVEMBER 2017 | 09:53 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Sedikitnya 129 orang warga negara Malaysia terlibat jaringan internasional peredaran narkotika dalam dua tahun terakhir. Sindikat asal Indonesia yang beroperasi di wilayah Aceh dan Medan adalah bagian dari jaringan narkotika Malaysia.

"Sindikat asal Indonesia banyak membeli barang dari Malaysia dengan modus pembayaran 30 persen terlebih dahulu, baru diselesaikan setelah barangnya datang," beber Kabareskrim Komjen Pol Ari Dono Sukmanto melalui rilis kepada wartawan, Selasa (7/11).

Oleh sebab itu, kata Ari, kerja sama memerangi narkoba antara Bareskrim Mabes Polri dan Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Malaysia harus ditingkatkan, terutama dalam hal mengungkap dan mengembangkan kasus money loundring yang berasal atau predicate crime-nya dari kejahatan narkotika.


"Fakta yang berangkat dari data mengungkapkan bahwa banyak jaringan narkotika di Indonesia dikendalikan oleh jaringan Malaysia," jelas Ari.

Ini tanggung jawab yang tidak ringan. Makanya, lanjut Air Polri maupun Polis Diraja Malaysia sama-sama memiliki komitmen yang kuat untuk memutus dan menghancurkan sindikat perdagangan gelap narkotika.

Menurut Ari, suburnya jaringan narkotik Indonesia-Malaysia dipengaruhi faktor geografis di mana kedua negara memiliki garis perbatasan darat dan perairan atau pantai yang cukup panjang. Selain itu adanya penerbangan langsung dari Indonesia ke Malaysia atau sebaliknya.

"Ini tentu saja membuka peluang sebagai jalur peredaran narkotika sehingga membutuhkan mekanisme pencegahan dan pengawasan yang lebih intensif lagi, secara bersama-sama. Salah satunya dengan peningkatan frekuensi joint operation," kata Ari.

Lebih lanjut Ari menjelaskan bahwa kejahatan narkotika merupakan permasalahan multidimensi dengan jaringan peredaran yang luas dan melibatkan lebih dari satu negara atau transnational crime.

"Untuk itu, dalam penanggulangannya juga diperlukan perumusan strategi penanggulangan dari berbagai sisi pendekatan permasalahan," demikian Ari.

Dalam kesempatan itu, turut hadir Commissioner Police (CP) Datuk Seri Mohman Bin Salleh, Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah Narkotik (JSJN) Polis Diraja Malaysia bersama anggota delegasi lainnya. Juga tampak Kapolda Nusa Tenggara Barat, pejabat utama Bareskrim Mabes Polri serta para direktur reserse narkoba dari seluruh Polda.[wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya