Berita

Singapura/Net

Dunia

Singapura Jadi Kota Termahal Di Dunia Untuk Ekspatriat

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 | 13:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Singapura kembali mendapat peringkat sebagai kota termahal di dunia bagi ekspatriat untuk tinggal menurut sebuah survei yang dilakukan oleh Economic Intelligence Unit (EIU).

Ini adalah tahun keempat berturut Singapura mendapatkan peringat tersebut dalam survei yang sama.

Di bawah Singapura, adalah Hong Kong lalu Zurich, kemudian berturut-turut di posisi selanjutnya ada Tokyo dan Osaka.


Meskipun berada di puncak peringkat, laporan tersebut mengatakan bahwa Singapura masih menawarkan nilai relatif dalam beberapa kategori, terutama dibandingkan dengan rekan-rekan regionalnya.

"Untuk kategori seperti perawatan pribadi, barang rumah tangga dan bantuan dalam negeri Singapura tetap jauh lebih murah daripada rekan-rekannya, meskipun tetap menjadi tempat termahal di dunia untuk membeli dan menjalankan mobil, serta tujuan kedua yang harus dibeli. pakaian," tambah laporan itu.

Dalam hal makanan dan minuman, biaya hidup di Singapura setara dengan Shanghai di China.

Sementara itu, dalam laporan yang sama, disebutkan bahwa Seoul, Tokyo dan Osaka adalah tiga tempat termahal di dunia untuk membeli barang pokok. Di Seoul, mengisi keranjang belanja hampir 50 persen lebih mahal daripada di New York.

Di laporan EIU, New York yang naik ke posisi ketujuh tahun lalu, tahun ini turun ke urutan kesembilan karena melemahnya dolar AS, yang juga mempengaruhi posisi kota-kota AS lainnya. Namun, ini tetap merupakan kenaikan biaya relatif dibandingkan dengan lima tahun yang lalu, ketika New York berada di peringkat ke-46.

"Dengan kekuatan dolar AS yang moderat dan euro yang relatif stabil, mata uang seperti dolar Kanada, dolar Australia dan dolar Selandia Baru dihargai. Akibatnya, Sydney dan Melbourne di Australia, dan Wellington dan Auckland di Selandia Baru semuanya termasuk di antara 20 kota paling mahal," tambah laporan tersebut seperti dimuat Channel News Asia.

Sedangkan Paris adalah satu-satunya kota di zona euro di antara 10 negara yang paling mahal, sementara ibukota Denmark Kopenhagen, yang memasukkan mata uangnya ke euro, juga memiliki 10 priciest, sebagian besar karena biaya transportasi dan perawatan pribadi yang relatif tinggi.

Biaya Hidup di Seluruh Dunia adalah survei yang dimaksudkan untuk membantu perusahaan menghitung biaya relokasi untuk staf ekspatriat, dan membandingkan lebih dari 400 harga individual di 160 produk dan layanan.

Ini termasuk makanan, minuman, pakaian, persediaan rumah tangga dan barang perawatan pribadi, uang sewa rumah, transportasi, tagihan listrik, sekolah swasta, bantuan rumah tangga dan biaya rekreasi. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya