Seorang politisi oposisi terkemuka Venezuela Freddy Guevara berlindung di kediaman duta besar Chili di Caracas setelah Mahkamah Agung melepaskan kekebalannya dari tuntutan pada pekan lalu.
Guevara dituduh menghasut kekerasan saat demonstrasi oposisi. Namun pihak oposisi menyebut bahwa Guevara adalah korban penganiayaan politik.
Pria 31 tahun itu diketahui merupakan wakil presiden Majelis Nasional Venezuela.
Kementerian luar negeri Chile mengatakan bahwa dia telah meminta perlindungan dari ancaman yang mengancam keamanannya dan menambahkan bahwa ia diperlakukan sebagai tamu.
Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza telah memberi label pada Guevara sebagai seorang pengecut.
"Beberapa orang berani ketika menghasut kekerasan, kehancuran dan kematian," tulis Arreaza di Twitter.
"Tapi ketika keadilan selesai, mereka melarikan diri dengan rasa pengecut yang memalukan," tambahnya.
Presiden Majelis Nasional, Julio Borges, mengatakan bahwa pemerintah Presiden Nicolas Maduro berada di belakang keputusan pengadilan tersebut.
"Ini adalah keputusan yang sewenang-wenang dan politis yang berusaha melemahkan sebuah kongres yang mendapat dukungan penuh dari rakyat," katanya.
"Venezuela lapar akan makanan, tapi juga kebebasan, keadilan dan martabat," tambah Borges seperti dimuat
BBC.
Beberapa tokoh kunci oposisi Venezuela telah diadili, dipenjara atau dilucuti hak politik mereka sejak Maduro terpilih untuk menggantikan mendiang Hugo Chavez pada tahun 2013. Pemimpin oposisi mengatakan bahwa dia telah memperketat cengkeramannya pada kekuasaan sejak dia membentuk sebuah majelis penyusun awal tahun ini, yang pada akhirnya menggantikan Majelis Nasional.
[mel]