Berita

Ratu Elizabeth/Net

Dunia

Paradise Papers Bocorkan Rahasia Kekayaan Tersembunyi Elit Dunia

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 | 11:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jutaan dokumen yang disebut sebagai "Paradise Papers" bocor ke publik. Dokumen tersebut mengungkapkan bagaimana orang super kaya secara diam-diam menginvestasikan sejumlah besar uang mereka ke luar negeri.

Dikabarkan Hufington Post, sekitar 13,4 juta berkas diungkapkan. Dua penyedia layanan lepas pantai dikatakan sebagai sumber materi tersebut, bersamaan dengan pendaftar perusahaan dari 19 "tax havens".

Jutaan berkas disebut berasal dari satu perusahaan yakni Appleby. Perusahaan ini berbasis di Bermuda dan menawarkan layanan lepas pantai legal. Namun perusahaan ini membantah semua tuduhan tersebut dan kaitannya dengan dokumen yang bocor itu.


Kebocoran ini diperoleh oleh surat kabar Jerman Süddeutsche Zeitung dan berbagi dengan International Consortium of Investigative Journalists dan jaringan dari 382 wartawan di 67 negara, termasuk Toronto Star dan CBC.

Kebocoran ini terjadi selang satu tahun kebocoraan dokumen yang dikenal dengan istilah Panama Paper. Bocornya dokumen tersebut menyebabkan guncangan internasional pada April 2016 lalu. Panama Papers bahkan menyebabkan pengunduran diri perdana menteri Islandia di tengah demonstrasi dan kontroversi di sekitarnya.

Kebocoran kali ini, dikabarkan The Stars, mencakup 1.4 terabyte dokumen yang berisi catatan perusahaan rinci, termasuk email, memo, spreadsheet, korespondensi dan notulen rapat yang berasal dari hard drive beberapa perusahaan paling bergengsi di dunia lepas pantai rahasia, yakni Asiaciti Trust yang berbasis di Singapura, Appleby, firma hukum yang didirikan di Bermuda, dan penyedia layanan korporat Estera, yang beroperasi sebagai bagian dari Appleby sampai tahun lalu.

Paradise Papers ini banyak melibatkan nama-nama besar seperti kepala negara, tokoh global dalam bidang politik, hiburan dan olahraga. Dalam dokumen disebutkan bahwa mereka melindungi kekayaan mereka di tempat-tempat rahasia yang terungkap minggu ini dalam sebuah penyelidikan baru yang besar terhadap kerajaan-kerajaan lepas pantai Inggris.

Di antara jutaan dokumen, sejumlah pengungkapkan paling menarik perhatian antara lain adalah bahwa jutaan pound dari real estate Ratu Inggris telah diinvestasikan dalam dana Cayman Islands, dan sebagian dari uangnya dikirim ke pengecer yang dituduh mengeksploitasi keluarga miskin dan orang-orang yang rentan.

Disebutkan juga bahwa lepas pantai yang ekstensif dari anggota kabinet Donald Trump, penasihat dan donor, termasuk pembayaran substansial dari perusahaan yang dimiliki bersama oleh menantu Vladimir Putin kepada kelompok pelayaran sekretaris perdagangan AS, Wilbur Ross.

Ada juga data soal bagaimana Twitter dan Facebook menerima ratusan juta dolar investasi yang bisa ditelusuri kembali ke lembaga keuangan negara Rusia dan penghindaran pajak yang agresif oleh perusahaan multinasional, termasuk Nike dan Apple. Selain itu juga ada dokumen mengenai bagaimana beberapa nama terbesar di industri film dan TV melindungi kekayaan mereka dengan serangkaian skema lepas pantai.

Dalam dokumen yang bocor juga disebutkan ada miliaran pengembalian pajak oleh Isle of Man dan Malta kepada pemilik jet pribadi dan kapal pesiar mewah. Juga soal pinjaman rahasia dan aliansi yang digunakan oleh Glencore multinasional yang terdaftar di London dalam upayanya untuk mendapatkan hak penambangan yang menguntungkan di Republik Demokratik Kongo juga soal jaringan lepas pantai yang kompleks yang digunakan oleh dua miliarder Rusia untuk membeli saham di klub sepak bola Arsenal dan Everton.

"Surga pajak adalah salah satu mesin kunci dari kenaikan ketidaksetaraan global," kata ekonom terkemuka Gabriel Zucman seperti dimuat The Guardian.

"Karena ketidaksetaraan meningkat, penghindaran pajak di luar negeri menjadi olahraga elit," tambahnya. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya