Berita

WhatsApp/Net

Global

Pekerja Media Geram Pemerintah Afghanistan Mau Blokir WhatsApp

SENIN, 06 NOVEMBER 2017 | 09:02 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wartawan, kelompok media dan pengguna media sosial di Afghanistan geram dan menuduh pemerintah melakukan penyensoran setelah berupaya utuk memblokir layanan perpesanan WhatApp dan Telegram.

Editor salah satu surat kabar terbesar di negara itu mengatakan langkah tersebut merupakan langkah mundur dan akan dilawan.

Pemerintah mengklaim bahwa langkah itu diambil sebagai upaya untuk menghentikan Taliban dan kelompok pemberontak lainnya menggunakan pesan terenkripsi.


Namun demikian, sampai awal pekan ini belum ada bukti pemblokiran telah dilakukan.

Pekan lalu, pejabat di badan yang mengatur telekomunikasi memastikan bahwa mereka telah menulis surat kepada penyedia layanan untuk meminta larangan sementara 20 hari dengan alasan keamanan.

Menteri Telekomunikasi Shahzad Aryobee juga memposting sebuah pesan di Facebook yang mengatakan bahwa regulator telah diperintahkan untuk menempatkan blok bertahap pada layanan pesan untuk mengatasi masalah teknis, setelah banyak keluhan telah diterima.

"Pemerintah berkomitmen untuk kebebasan berbicara dan tahu bahwa ini adalah hak dasar bagi rakyat kita," tulisnya seperti dimuat BBC.

Layanan perpesanan dan media sosial termasuk WhatsApp, Facebook Messenger dan Viber banyak digunakan oleh publik Afghanistan dan politisi mereka serta Taliban. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya