Berita

Rex Tillerson/Net

Dunia

Pernyataan Trump tentang Masa Depan Karier Tillerson Ganggu Pembuatan Kebijakan Luar Negeri

MINGGU, 05 NOVEMBER 2017 | 00:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tur Presiden AS Donald J. Trump ke Asia meninggalkan satu teka-teki yang bahkan dirinya sendiri tak tahu pasti. Teka-teki itu terkait nasib Menteri Luar Negeri Rex Tillerson di kabinet yang dipimpin Trump.

Dalam interview di Fox News yang dipandu Laura Ingraham pada Kamis tengah malam lalu, atau Jumat siang waktu Indonesia (3/11), Trump mengatakan dirinya tidak tahu apakah Rex Tillerson akan tetap berada pada posisi Menlu atau tidak.

Dalam wawancara itu Trump juga mengatakan dirinya tidak senang karena ada staf Kementerian Luar Negeri yang tidak setuju dengan agenda luar negerinya.


Kata Trump, dirinyalah yang menentukan agenda luar negeri. Bukan orang lain.

"Satu-satunya yang menentukan (kebijakan luar negeri) adalah saya," ujar Trump.

"Saya satu-satunya yang menentukan, karena ketika sudah tiba pada keputusan, itu adalah kebijakan yang akan berlaku," sambungnya.

Ingraham bertanya kepada Trump apakah Rex Tillerson yang memiliki perbedaan pendekatan dengan dirinya dalam sejumlah isu luar negeri akan tetap berada di kabinet atau tidak.

"Baiklah, kita akan lihat nanti. Saya tidak tahu," jawabnya singkat.

Trump telah meninggalkan negaranya untuk memulai rangkaian tur Asia. Negara pertama yang dikunjunginya adalah Jepang.

Ketegangan antara Trump dan Tillerson telah setidaknya dalam sebulan ini. Tillerson dilaporkan menyebut Trump sebagai moron. Ada juga laporan yang mengatakan Tillerson tengah mempertimbangkan pengunduran diri dari kabinet, kendari kabar itu kemudian dibantahnya.

Sementara Trump mengatakan, dia dan Tillerson punya hubungan baik, walaupun Tillerson adalah orang yang lemah.

Sikap Trump dan Tillerson juga berbeda dalam kasus senjata nuklir Korea Utara.

Menurut Presiden Dewan Hubungan Luar Negeri,
Richard Haass, pernyataan Trump mengenai masa depan karier Tillerson mengganggu proses pembuatan kebijakan luar negeri.

"Ini bukan tentang Tillerson saja, melainkan tentang siapa yang akan menggantikannya. Kalau Presiden tidak ingin Menlu berhasil, maka sang Menlu tidak akan berhasil," ujarnya pada CBS News. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya