Berita

Pengambilan minyak ilegal/BBC

Dunia

Bos Pencuri Minyak Tewas Saat Operasi Plastik

SABTU, 04 NOVEMBER 2017 | 16:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang pemimpin geng minyak ilegal di Meksiko tewas saat tengah menjalani operasi plastik baru-baru ini. Ia adalah Yesus Martin atau yang dikenal sebagai El Kalimba. Operasi plastik itu dilakukan dengan tujuan untuk mengubah identitasnya yakni wajah serta sidik jari demi penyamaran.

Namun aksinya segara tercium geng saingannya. Orang-orang bersenjata masuk ke klinik di kota Puebla dan membunuh El Kalimba, saat berada di meja operasi.

Polisi mengatakan pembunuhan tersebut tampaknya berakibat dari perselisihan antara kelompok rival.


El Kalimba sendiri merupakan bos geng penjualan minyak mentah ilegal yang melakukan operasi yang secara ilegal menyedot bahan bakar dari jaringan pipa.

Yesus Martin bukanlah bos kejahatan pertama di Meksiko yang menggunakan operasi plastik untuk menghindari kematian atau penangkapan. Seorang bos kartel obat bius Juarez, Amado Carrillo, meninggal karena komplikasi bedah pada tahun 1997 lalu.

Yesus Martin dikenal sebagai "Huachicolero" atau "chupaducto" mencuri bahan bakar untuk dijual kembali secara murah. Aksinya menyebabkan pendapatan perusahaan minyak Meksiko jutaan dolar hilang.

Bisnis ini sebagian besar terjadi di wilayah negara bagian Puebla tengah dimana jaringan pipa membawa 40% bahan bakar negara tersebut dan mulai memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi perusahaan minyak Meksiko, Pemex, dan pemerintah daerah.

Ini adalah bisnis ilegal terbesar di Meksiko setelah narkoba. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya