Berita

Charles Puigdemont/Net

Global

Surat Perintah Penangkapan Dikeluarkan, Eks Presiden Catalunya Segara Dibui?

SABTU, 04 NOVEMBER 2017 | 16:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hakim Spanyol mengeluarkan European Arrest Warrants (EAW) bagi bekas pemimpin Catalunya Charles Puigdemont dan empat bekas menterinya yang kabur ke Belgia.

Sebagai informasi, EAW merupakan surat perintah penangkapan yang berlaku di semua negara anggota Uni Eropa. Setelah dikeluarkan, negara anggota UE lain harus menangkap dan memindahkan tersangka kriminal atau orang yang dihukum ke negara yang menerbitkan EAW sehingga orang tersebut dapat diadili atau menyelesaikan masa penahanan.

Dikabarkan BBC, EAW telah dikirim ke jaksa Belgia dan ada jeda waktu 24 jam untuk mempelajari dan memutuskan apakah dokumen yang diajukan tersebut benar atau tidak. Jika diloloskan, maka surat tersebut akan diteruskan ke hakim yang akan memutuskan apakah Puigdemont dan keempat orang lainnya harus ditangkap.


Surat tersebut dikeluarkan karena Puigdemont dan empat orang lainnya dinilai gagal menghadiri sidang pengadilan tinggi di Madrid pada hari Kamis kemarin. Di hari yang sama, sembilan mantan anggota pemerintah daerah Catalunya lainnya ditahan. Salah satu dari mereka yang ditahan telah dibebaskan dengan jaminan sebesar 50 ribu euro.

Mereka semua menghadapi dakwaan pemberontakan, penghasutan dan penyalahgunaan dana publik untuk mengejar kemerdekaan Catalunya.

Awal pekan ini ketika bertolak ke Belgia, Puigdemont mengatakan bahwa ia tidak akan kembali ke Spanyol kecuali ada jaminan pengadilan yang adil. Ia mengklaim bahwa kepergiannya ke Belgia adalah untuk mengumpulkan kasus mereka untuk kenegaraan di institusi Uni Eropa. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya