Berita

Politik

PAN Jangan Banci, Sebaiknya Keluar Saja Dari Koalisi

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 14:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Dari sisi elektoral, Partai Amanat Nasional (PAN) sebaiknya keluar dari koalisi pemerintah. PAN lebih banyak mudaratnya bertahan di koalisi ketimbang jadi oposisi.

"PAN jangan setengah-setengah, jangan banci," kata pemerhati politik yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago saat dihubungi redaksi, Jumat (3/11).

Sikap "banci" PAN tersebut merugikan elektoral partai pimpinan Zulkifli Hasan itu. Satu sisi sebagai pendukung pemerintah namun di sisi lain tidak sejalan dengan pemerintah.


PAN dinilai tidak etis karena tidak mendukung pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) tentang Organisasi Masyarakat (Ormas).

Menurut Pangi, salah kunci utama dalam berkoalisi yakni disiplin sudah dilanggar oleh PAN.

"Sikap PAN menolak Perppu Ormas sudah jadi bahan gunjingan di internal oposisi. PAN dinilai tidak fair play," kata Pangi.

Sebelum ditendang, PAN sebaiknya keluar dari koalisi. Menurut Pangi, PAN lebih tepat di luar pemerintahan.

"PAN kalau bertahan tidak akan dapat apa-apa, apalagi kursinya cuma satu. Sementara kalau jadi oposisi, dengan mengkritisi dan menantang kebijakan pemerintah yang banyak mendapat penolakan, PAN akan mendapat empati dari masyarakat," paparnya panjang lebar.

Ditambahkan Pangi, PAN harus melihat perjuangan PDIP, 10 tahun jadi oposisi sejati, dengan sabar dan konsisten, akhirnya bisa merebut kekuasaan.

Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sebelumnya tidak mempermasalahkan pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang menyebut PAN tidak etis karena tidak mendukung pengesahan Perppu Ormas.

Amien bahkan menilai pernyataan JK sudah sesuai dengan konteks politik sehingga menjadi alasan yang kuat bagi PAN untuk hengkang dari koalisi pemerintah. [rus]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya