Berita

Bendera Maroko/Net

Dunia

Pekan Depan, Maroko Luncurkan Satelit Pengintai "Raja Mohammed VI"

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 13:21 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maroko segera luncurkan satelit pengintai pertamanya tanggal 8 November mendatang. Satelit tersebut diberi nama Raja Mohammed VI.

Peluncuran tersebut akan membuat Maroko menjadi negara negara ketiga Afrika dengan satelit pengintai setelah Mesir dan Afrika Selatan.

Menurut badan pers yang dikelola negara, MAP, gambar yang dikumpulkan oleh satelit akan membantu Maroko memoles kebijakan "hijau". Hal itu sejalan dengan penegasan berulang dari kerajaan yang berkomitmen terhadap perlindungan lingkungan.


Salah satu sektor yang paling akan diuntungkan dari peluncuran satelit tersebut adalah pertanian yang merupakan sektor ekonomi utama Maroko.

Pada saat yang sama, satelit tersebut akan memastikan pengelolaan sumber daya kehutanan Maroko yang lebih baik.

Satelit tersebut juga menawarkan kesempatan kepada Maroko untuk memperbaiki pengelolaan wilayahnya dengan merencanakan ekspansi perumahan dengan lebih baik dan untuk memantau secara ketat operasi pemberantasan lahan kumuh.

"Diberdayakan dengan peralatan ini, Maroko pasti akan memimpin dalam hal pengelolaan sumber daya air dan pencarian air bawah tanah," tulis MAP.
Karena diluncurkan dari Guyana Prancis, satelit Mohammed VI mulai terbentuk setelah Maroko mengakhiri kontrak dengan Airbus Defense & Space dan Thales Alenia Space pada bulan April 2013 lalu.

Satelit tersebut akan dikendalikan oleh Kementerian Pertahanan Maroko di sebuah pangkalan kontrol yang tidak jauh dari bandara Salé, yang akan diawasi oleh Royal Center for Remote Sensing (CRTS) di Rabat. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya