Berita

Gatot Nurmantyo/Net

Politik

Jangan Sampai Masalah Teknis Merusak Hubungan Harmonis RI-AS

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 11:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat mengirimkan nota diplomatik kepada Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat pada 24 Oktober 2017 bernomor No.213/KD/X17. Surat resmi itu terkait dengan gagal boardingnya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo saat hendak berangkat memenuhi undangan Menhan AS.

Adapun alasan yang dikemukakan oleh Kemenlu AS adalah hal tersebut terjadi karena kesalahan teknis administratif dalam protokol keamanan negaranya. Pemerintah AS mengaku memberlakukan peraturan yang sama dalam hal pemeriksaan kepada semua siapapun yang hendak datang ke AS.

Kesalahan ini memang sudah dikoreksi namun tetap tidak bisa mengubah keadaan bahwa Panglima TNI beserta rombongan tidak bisa melakukan check-in di bandara.


Kemenlu AS mengaku sangat menyayangkan kejadian itu dan memastikan bahwa tidak ada larangan bagi Jenderal Gatot untuk memasuki kawasan AS. Mereka menyatakan bertanggungjawab penuh dan memastikan tidak akan terulang lagi. Pihak AS menunggu dan menyambut baik kedatangan Jenderal Gatot termasuk keluarga di waktu mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI Viktor Laiskodat berpendapat, jangan sampai hal-hal yang bersifat teknis merusak hubungan baik kedua negara. Dia juga meminta AS secara aktif melihat siapa yang akan berkunjung ke AS.

"Permasalahan seperti gagal boarding karena masalah administratif itu sifatnya teknis. Hal demikian jangan sampai merusak hubungan harmonis dan kepentingan strategis kedua Negara. Ke depan kita berharap AS akan lebih longgar jika kunjungan kerja melibatkan pejabat penting dan terkait dengan kepentingan strategis kedua negara," kata Viktor dalam keterangan tertulis, Jumat (3/11).

Anggota Komisi I DPR ini berharap hal tersebut tidak mengganggu berbagai pembicaraan dan kerjasama yang menjadi agenda kunjungan Panglima TNI ke AS.

"Semoga agenda pembicaraan dan kerjasama yang rencananya dibahas oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo di AS tidak terhambat. Dan ke depan kita bisa melaksanakan agenda dan kerjasama tersebut," tukas Viktor. [rus]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya