Berita

Fake News/Net

Dunia

Fake News Jadi Frase Populer Tahun Ini

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 11:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kata "Fake News" atau berita palsu telah memperoleh legitimasi sebagai frase populer atau "word of the year" tahun ini menurut penerbit kamus Collins.

Collins memantau bahwa penggunaan istilah tersebut telah meningkat sebesar 365 persen sejak 12 bulan terakhir. Frase tersebut sering dikapitalisasi, sering merupakan ciri retorika Donald Trump dalam kaitannya dengan penyelidikan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS tahun 2016,.

Collins mengatakan bahwa "berita palsu" mulai sering digunakan di televisi AS untuk menggambarkan informasi palsu, sering sensasional, yang disebarluaskan dengan kedok pelaporan berita. Penggunaannya sendiri mulai telah meningkat sejak tahun 2015.


Sejumlah kata lain yang terkait dengan politik dan urusan saat ini juga masuk dalam daftar kata-kata tahun ini. "Echo chamber", yang didefinisikan sebagai "lingkungan, terutama di situs media sosial, di mana pernyataan opini kemungkinan akan disambut dengan persetujuan karena hanya akan dibaca atau didengar oleh orang-orang yang memiliki pandangan serupa".

Kata "Corbynmania" juga naik 310 persen dan masuk daftar. Collins mengatakan istilah untuk digunakan untuk antusiasme yang kuat.

"Sebagian besar daftar tahun ini pasti dikenakan secara politis, namun dengan presiden baru di AS dan pemilihan cepat di Inggris, mungkin tidak mengherankan jika politik terus menyulut bahasa," kata kepala konten bahasa Collins, Helen Newstead seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya