Berita

Agus Harimurti Yudhoyono/Net

Politik

Kalau Disuruh Memilih, SBY Lebih Sreg AHY Bersanding Dengan Jokowi Ketimbang Prabowo

JUMAT, 03 NOVEMBER 2017 | 10:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tahun 2017 tidak lama lagi akan berakhir. Artinya, 2018 sebagai tahun politik sudah di depan mata.

Menyambut tahun politik jelang gelaran Pilpres 2019, saat ini manuver politik sudah dilakukan beberapa figur. Misalnya, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute Mayor TNI (Purn) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan jurus gerilya politik.

AHY yang pernah bertarung di Pilkada Jakarta, saat ini doyan roadshow ke berbagai daerah, dan melakukan gerilya politik dengan menyambangi para tokoh.


Pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan, AHY dipersiapkan Partai Demokrat dan sang ayah SBY untuk bertarung Pilpres 2019 atau Pilpres 2024.

Di Pilpres 2019, kalau ambang batas pencapresan (presidential threshold/PT) 0 persen, menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi, maka AHY berpeluang jadi calon presiden.

Tapi, kalau PT tetap diberlakukan 20 persen seperti dalam UU Pemilu, maka AHY hanya berpeluang jadi calon wakil presiden.

"Untuk posisi cawapres, AHY terbuka untuk berpasangan dengan petahana Joko Widodo atau dengan capres di luar Jokowi, misalnya Prabowo Subianto," ujar Iwel saat dihubungi redaksi, Jumat (3/11).

Oleh SBY dan Partai Demokrat, AHY lebih pas dipasangkan dengan Jokowi.

Kenapa SBY dan Partai Demokrat lebih "sreg" AHY bersanding dengan Jokowi ketimbang Prabowo, Iwel mengungkapkan alasan itu sangat logis.

Dengan memasangkan AHY bersama Jokowi, itu artinya tinggal selangkah lagi AHY akan jadi presiden 2024-2029.

Lalu pertanyaannya, apakah AHY masuk kategori cawapres Jokowi. Iwel dengan tegas menjawab sangat pantas. AHY adalah sosok muda, ganteng, mempesona dan pintar. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya