Berita

Jusuf Kalla/RMOL

Politik

JK: Ekonomi Indonesia 2018 Membaik

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 10:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tidak dapat dipungkiri bahwa Indonesia menghadapi tantangan yang tidak kecil. Namun di saat bersamaan patut disyukuri pula bahwa sejauh ini masih banyak alasan untuk tetap optimistik.

Demikian dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla saat menyampaikan pandangannya sebagai pembicara kunci dalam Breakfast Meeting Prospek Ekonomi Indonesia 2018 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis pagi (2/11).

Kegiatan yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu dihadiri sekitar 300 peserta dari kalangan pengusaha dan media.


Secara umum, kata JK, perekonomian Indonesia selalu berada di tengah-tengah, termasuk saat krisis besar di tahun 1998 silam.

Beberapa tahun belakangan ini, setiap kali ada pertanyaan mengenai pertumbuhan ekonomi yang tampak tersendat, masyarakat selalu mendengar jawaban tentang pengaruh perekonomian global yang sedang lesu. Misalnya harga komoditas mengalami penurunan, dan itu mempengaruhi pendapatan Indonesia dari sektor komoditas.

Namun sekarang, harga komoditas mengalami perbaikan dan mendekati ke posisi harga sekitar empat tahun lalu. Sehingga faktor eksternal tidak bisa lagi dijadikan alasan pertumbuhan ekonomi yang rendah.

"Dengan demikian, pendapatan dari sektor komoditas ini (di tahun 2018) akan mengalami kenaikan. Ini sebab mengapa kita bisa optimistik," ujar JK.

JK juga mengaitkan keterkaitan antara sistem politik dan sistem ekonomi di dalam negeri. Di Jepang, misalnya, sistem ekonomi terpisah dengan sistem politik. Jatuh bangun kabinet pemerintah tidak berpengaruh pada sektor ekonomi.

Di Indonesia, kedua hal itu tidak sepenuhnya terpisah. Dinamika politik memberikan pengaruh tertentu pada praktik ekonomi. Tetapi, pengaruh itu pun tidak begitu membahayakan.

Praktik politik di Indonesia dapat dikatakan cair, kompetisi politik hanya terjadi menjelang pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah. Setelah itu, biasanya, partai-partai yang berseberangan bisa bersatu kembali.

Ini berbeda dengan yang terjadi di Thailand atau Malaysia, misalnya.

JK juga mengatakan, indeks kepercayaan usaha di Indonesia mengalami kenaikan yang menggembirakan, kini berada pada posisi 70 dari sebelumnya di atas 100.

Di sisi lain, JK juga mengatakan, upaya meningkatkan produktivitas perlu dimaksimalkan. Begitu juga dengan upaya mendorong konsumsi. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya