Berita

Lenin Moreno/BBC

Global

Disebut Pengkhianat, Presiden Ekuador Dilengserkan Dari Kursi Ketua Partai

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 10:40 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Ekuador Lenín Moreno dikeluarkan dari jabatan pemimpin partai pemerintahan Alianza Pais oleh komite kepemimpinan nasional partai tersebut.

Posisi Moreno sebagai presiden negara tersebut tidak terpengaruh namun komite partainya mengatakan bahwa Alianza Pais sekarang akan dipimpin oleh mantan menteri luar negeri, Ricardo Patino.

Hal itu mengindikasikan soal adanya perpecahan di kubu Partai Alianza Pais. Komite  partai melengserkan Moreno setelah mantan pemimpin partai Rafael Correa menyebut Moreno sebagai pengkhianat terhadap revolusi rakyat yang dipimpin oleh Correa saat dia menjadi presiden Ekuador dari tahun 2007 sampai 2017.


Komite kepemimpinan Alianza Pais menuduh Moreno tidak mengikuti garis politik partai tersebut.

Correa sangat mengkritik penggantinya dan menyebutnya sebagai serigala berbulu domba. Ia juga menyebut Moreno yang menjabat sebagai wakil presiden Correa dari tahun 2007 sampai 2013, berpura-pura bertahun-tahun menjadi sekutu politik yang dekat hanya untuk mengubah warna politiknya begitu dia berkuasa.

Moreno sendiri saat memimpin membuat sebuah catatan yang lebih mendamaikan dengan oposisi negara tersebut dan juga mendukung penyelidikan dugaan korupsi selama pemerintahan Correa.

Sementara itu, dikabarkan BBC, komite partai juga meminta Correa untuk kembali dari Belgia dan memimpin restrukturisasi gerakan Alianza Pais. Correa pindah ke Belgia yang merupakan negara asal istrinya. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya