Berita

PIA/BBC

Dunia

Dua Peti Jenazah Tertinggal Di New York, Maskapai Salahkan Pihak Bandara

KAMIS, 02 NOVEMBER 2017 | 07:20 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maskapai penerbangan asal Pakistan yakni Pakistan International Airlines (PIA) telah memerintahkan penyelidikan menyusul kejadian di mana dua peti mati berisi dua jasad manusia dimaksudkan untuk dipulangkan ke Lahore justru tertinggal di New York.

Dua peti mati tersebut dijadwalkan untuk dipulangkan pada tanggal 28 Oktober lalu namun justru tetap berada di bandara JFK karena kesalahan. Penerbangan itu merupakan penerbangan terakhir dengan rute New York-Lahore. PIA mengentikan rute perjalanan tersebut.  

Dikabarkan BBC, pihak masakapai menuduh bahwa insiden ini disebabkan oleh kelalaian dari agen penanganan darat di bandara JFK. sedangkan pihak keluarga jenazah yang jasadnya tertinggal mengaku tidak ada komunikasi yang baik dari pihak msakapai.


Menyusul insiden itu, satu peti jenazah akhirnya dipulangkan dengan maskapai penerbangan Etihad ke Lahore sedangkan satu jenazah lainnya terpaksa dimakamkan di Maryland oleh kerabatnya yang berada di sana.

PIA yang merupakan maskapai penerbangan nasional Pakistan itu sendiri diketahui kerap muncul di media dengan pemberitaan tidak sedap beberapa wkatu terakhir.
 
Pada bulan Mei, mereka mengatakan bahwa pihaknya mengambil tindakan untuk memastikan pesawatnya tidak digunakan untuk membawa obat-obatan setelah heroin ditemukan di dua pesawat yang terbang ke London.

Tiga bulan sebelumnya, muncul tujuh penumpang tambahan yang diizinkan berdiri di lorong pada penerbangan PIA ke Arab Saudi. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya