Berita

Megawati/RMOL

Politik

Lakukan Pertemuan Tertutup, Ini Pesan Khusus Megawati

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 18:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memberikan pengarahan tertutup kepada seluruh kader dan struktur PDIP wilayah Banten.

"Pengarahan Ibu Megawati tidak spesifik bicara pilkada Banten. Ibu Megawati justru menekankan pentingnya menjaga soliditas partai. Semua kader diminta bersatu padu agar PDIP di wilayah Banten semakin baik," ujar PLT Sekjen DPP PDIP Eriko Sotarduga seusai pengarahan tertutup Megawati di kantor DPD PDIP Banten di Kota Serang, Rabu (1/11).

Kesediaan pengurus dan kader untuk turun ke bawah termasuk mengoptimalkan peran pengurus ranting dan anak ranting yang sehari-hari bersentuhan langsung dengan masyarakat. Eriko menjelaskan ada hal menarik sebelum Megawati memberikan pengarahannya.


"Ibu Megawati meminta agar kader khususnya pengurus ranting dan anak ranting merapat ke depan bahkan sampai mendekati podium. Ibu Megawati ingin mereka melihat dan mendengar pidatonya secara dekat," papar Eriko.

Oleh karena itu, dalam arahannya, Megawati ingin para pengurus partai di tingkat bawah untuk mendapat perhatian.

Sementara Wakil Sekjen DPP PDIP Ahmad Basarah menambahkan Megawati mengingatkan para kader PDIP baik yang di eksekutif dan legislatif untuk tidak terlibat dalam praktik korupsi.

"Kader diminta menjaga nama baik partai. DPP PDIP tidak memberi ampun dan langsung menjatuhkan sanksi pemecatan kepada kader yang terkena masalah hukum," ujar Basarah.

Sejatinya, Megawati hadir di Banten untuk melakukan konsolidasi terkait rencana pilkada di dua kabupaten dan kota yang ada di Banten. Empat daerah di Banten yang akan melangsungkan pilkada serentak adalah Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Serang. Mega juga melantik penyesuaian kepengurusan DPD PDIP Banten periode 2015-2020. [san]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya