Berita

Potret rumah kecil Hong Kong/The Guardian

Dunia

Penduduk Miskin Hong Kong Tinggal Di Rumah Yang Lebih Kecil Daripada Sel Tahanan

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 12:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa penduduk miskin di Hong Kong memiliki tempat tinggal yang sedikit lebih kecil daripada ukuran sel tahanan keamanan maksimum di negara kota tersebut.

Studi yang dilakukan oleh asosiasi penduduk setempat dalam survei kepada 204 keluarga miskin di satu lingkungan menemukan bahwa rata-rata per orang hanya seluas 4,6 meter persegi, atau setara dengan setengah lahan parkir.

Ukuran tersebut sama dengan tahanan di penjara lokal, dan sedikit lebih kecil daripada ruang yang dialokasikan untuk narapidana di fasilitas keamanan maksimum.


Setudi itu menyorot soal ketimpangan sosial yang terjadi di Hong Kong. Meskipun menjadi salah satu kota terkaya di dunia, ada ketimpangan dari segi kesejahteraan masyarakat di Hong Kong.

Hong Kong sendiri adalah pasar perumahan termahal di dunia dan penduduk rata-rata perlu menghemat lebih dari 18 tahun gaji sebelum pajak untuk dapat membeli rumah.

Harga telah meroket dalam beberapa tahun terakhir, didorong oleh investasi China daratan di pasar properti dan pemerintah tidak mau mengambil pengembang hebat.

Menurut sebuah laporan pemerintah tahun 2016 lalu, sekitar 200 ribu orang tinggal di flat yang terbagi dengan lebih dari 65 persen keluarga tinggal di unit yang berkisar antara 7 sampai 13 meter persegi.

Rumah-rumah ini berkisar dari gubuk atap yang dibangun secara ilegal hingga kamar tanpa jendela di tempat yang dulu merupakan apartemen dua kamar tidur yang sudah sempit. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya