Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Bocah 10 Tahun Diperkosa Hingga Melahirkan, Dua Pamannya Dibui

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 11:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah pengadilan di India menjatuhkan hukuman kepada dua orang pemerkosa gadis berusia 10 tahun.

Ironinya, kedua pelaku adalah paman dari bocah tersebut.

Mereka tega memperkosa sang bocah hingga hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan pada Agustus lalu.


Bocah tersebut diketahui hamil ketika pada pertengahan Juli lalu mengeluh sakit perut. Kedua orang tuanya membawanya ke rumah sakit dan diketahui ia tengah hamil tua.

Bocah malang tersebut tidak sadar akan kehamilannya dan diberitahu bahwa tonjolan di perutnya adalah karena dia memiliki batu di dalamnya. Ia melahirkan pada bulan Agustus dan bayinya diberikan kepada otoritas kesejahteraan anak untuk diadopsi.

Pada saat kehamilan sang gadis memasuki usia 30 minggu, pengadilan setempat di Chandigarh menolak permohonan aborsi dengan alasan bahwa kehamilannya terlalu tua. Panel dokter menyarankan bahwa penghentian medis akan terlalu berisiko. Kemudian, Mahkamah Agung juga menolak untuk mengizinkan aborsi kepadanya karena alasan yang sama.

Hukum India tidak mengizinkan aborsi setelah 20 minggu kecuali dokter menyatakan bahwa kehidupan ibunya dalam bahaya.

Kasus ini telah menjadi sorotan di India dan seluruh dunia selama berminggu-minggu.

Dalam kesaksiannya kepada polisi dan aktivis kesejahteraan, bocah tersebut mengatakan bahwa ia pernah diperkosa oleh pamannya yang berusia 40 tahunan beberapa kali selama tujuh bulan terakhir.

Ia bahkan menjelaskan secara rinci soal apa yang dialaminya.

Ketika diamankan, pamannya tersebut tidak membantah semua tuduhan yang dilayangkan padanya. Namun hasil tes DNA menunjukkan bahwa bukan dia ayah dari bayi yang dilahirkan bocah tersebut.

Polisi pun bergegas mencari pelaku lainnya dan berhasil menangkap pelaku lainnya yang adalah paman bocah tesebut juga. Pelaku itu adalah adik dari pelaku pertama. Hasil tes DNA menunjukkan bahwa ia adalah ayah dari sang bayi. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya