Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Kremlin: Agen Asing Kumpulkan Sampel DNA Warga Rusia

RABU, 01 NOVEMBER 2017 | 08:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Agen-agen asing kerap mengumpulkan sampel DNA warga Rusia dari berbagai etnis berbeda dan mengirimkan datanya ke luar negeri untuk analisis ilmiah.

Juru bicara Presiden Vladimir Putin Dmitry Peskov mengatakan bahwa para agen tersebut sering bekerja untuk LSM asing.

Dalam kesempatan lain, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada komite hak asasi manusia Rusia bahwa pengumpulan DNA itu sistematis dan profesional.


Beberapa ilmuwan yang dikutip di media Rusia berspekulasi bahwa data tersebut dapat digunakan dalam penelitian perang biologis AS.

Seorang anggota parlemen yang dekat dengan Kremlin, Gennady Onishchenko mengatakan bahwa legilasi mengenai keamanan bilogis demi mengontrol akses ke DNA warga Rusia harus segara diperkenalkan Desember mendatang di Parlemen.

Onishchenko yang sebelumnya mengepalai lembaga negara Rospotrebnadzor untuk melakukan pengecekan sanitari pada makanan dan minuman impor itu juga menjelaskan bahwa laboratorium asing menganalisa DNA warga Rusia.

"Fakta bahwa cairan, organ, dan jaringan warga negara kita dikumpulkan adalah bukti bahwa Amerika Serikat tidak menghentikan program militernya yang agresif," katanya seperti dimuat BBC.

Pada puncak Perang Dingin, Amerika Serikat dan Uni Soviet meneliti agen bius mematikan yang bisa dibuat senjata.

Ahli genetika Rusia Valery Ilyinsky, yang dikutip oleh kantor berita RIA Novosti, mengatakan bahwa spesialis perang biologis mungkin dapat memanfaatkan perbedaan genetik antar kelompok etnis. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya