Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

USB Berisi Data Keamanan Penting Bandara Ditemukan Di Pinggir Jalan

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 12:01 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pihak bandara Heathrow di London Inggris tengah melakukan penyelidikan terkait soal bagaiaman sebuah USB stick yang berisi lebih dari 170 dokumen soal bandara, termasuk sistem keamanannya, bisa ditemukan di trotoar di London barat.

USB itu ditemukan oleh seorang pria yang melintas di jalan tersebut. Ia kemudian menyerahkannya kepada surat kabar Mirror.

Pihak bandara menindaklanjuti temuan tersebut dan segera melancarkan penyelidikan iternal atas hal tersebut serta meninjau semua rencana keamanan untuk memastikan bahwa bandara Heathrow tetap aman.


"Kami telah meluncurkan penyelidikan internal untuk memahami bagaimana ini terjadi dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," kata seorang juru bicara bandara tersebut seperti dimuat AFP.

Menurut Mirror, USB stick tersebut berisi data 2.5 GB yang terdiri dari setidaknya 174 dokumen, termasuk peta, video, dan dokumen yang diurutkan dalam 76 folder. Drive tidak dienkripsi atau dilindungi oleh kata sandi.

Materi tersebut mengacu pada tindakan yang digunakan untuk melindungi Ratu Elizabeth II, anggota kabinet dan pejabat asing, protokol akses terperinci untuk berbagai bagian bandara, jadwal patroli keamanan, dan lokasi kamera CCTV.

Pakar keamanan, seperti dimuat Mirror, menilai bahwa temuan itu merupakan keamanan yang besar karena data yang tersimpan dalam USB itu sangat rahasia.

Informasi yang ditemukan pada USB itu bisa saja disalin dan berpotensi menjadi barang berharga bagi broker yang beroperasi di web gelap.

Inggris tetap siaga tinggi setelah beberapa serangan terinspirasi oleh kelompok militan ISIS. Tindakan high-profile terbaru terjadi pada 15 September, ketika sebuah bom buatan sendiri meledak di stasiun tabung Parsons Green, melukai 30 orang. Direktur Jenderal MI5 Andrew Parker mengatakan awal bulan ini bahwa ancaman terorisme saat ini di negara ini adalah yang terburuk di negaranya. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya