Berita

Donald Trump/Net

Dunia

"Gerah" Dengan Tuduhan Kolusi Rusia, Trump: Lebih Baik Selidiki Hillary Clinton

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 09:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat omelan di Twitter soal tuduhan kolusi dengan Rusia.

Kicauannya itu dibuat di tengah laporan yang berkembah yang menyebut bahwa penangkapan pertama dalam penyelidikan kolusi dengan Rusia dalam pemilu 2016 lalu akan dilakukan minggu ini.

Laporan media itu sendiri menyebut bahwa tuduhan pertama diajukan dalam penyelidikan yang dipimpin oleh pengacara khusus Robert Mueller mengenai dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan 2016 untuk membantu kemenangan Trump.


Tidak jelas apa tuduhan dan siapa yang mereka targetkan dan media seperti CNN dan Reuters mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Namun dalam kicauannya, Trump menyebut bahwa tuduhan semacam itu palsu dan kubu Republik juga bersatu mendukungnya.

Trump juga menyebut bahwa seharusnya perhatian lebih diberikan pada penyelidikan terhadpa Hillary yang pernah terganjal skandal email pribadi, serta melakukan kesepakatan Uranium dengan Rusia semasa menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.

Badan intelijen Amerika Serikat telah menyimpulkan bahwa pemerintah Rusia berusaha untuk membantu Trump memenangkan pemilihan. Investigasi  Mueller melihat kaitan antara Rusia dan kampanye Trump. Keduanya menyangkal adanya kolusi.

Mueller sendiri yang merupakan mantan direktur FBI, ditunjuk oleh departemen kehakiman sebagai penasihat khusus tak lama setelah Trump memecat direktur FBI James Comey. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya