Berita

Massoud Barzani/BBC

Dunia

Referendum Kemerdekaan Masih Belum Selesai, Presiden Kurdi Segera Mundur Dari Jabatan

SENIN, 30 OKTOBER 2017 | 08:09 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden wilayah Kurdi di Irak Massoud Barzani segera mengundurkan diri dari jabatannya saat ini. Ia merupakan sosok yang gecar menyuarakan kemerdekaan dan membawa wilayah otonomi itu untuk menggelar referendum kemerdekaan.

Dalam sebuah pidato televisi akhir pekan kemarin, ia membela referendum kemerdekaan yang diserukannya. Pidato tersebut disiarkan setelah ia menyerahkan surat ke parlemen.

Dalam surat itu, Barzani menegaskan bahwa ia tidak akan meminta perpanjangan masa jabatan presidennya, yang berakhir dalam empat hari ke depan.
Mayoritas anggota parlemen wilayah tersebut mendukung keputusan Barzani untuk mengundurkan diri.

Mayoritas anggota parlemen wilayah tersebut mendukung keputusan Barzani untuk mengundurkan diri.

Ketika parlemen memperdebatkan keputusannya untuk mundur, beberapa pendukung pro-Barzani dikabarkan memaksa masuk ke gedung tersebut untuk memprotes perlakuannya. Tidak ada korban tewas namun sempat terdengar suara tembakan.

Sementara dalam pidatonya, ia mengatakan bahwa suara Kurdi untuk merdeka telah menciptakan sejarah dan tidak dapat dihapus.

"Tiga juta suara untuk kemerdekaan Kurdi menciptakan sejarah dan tidak dapat dihapus," tegas Barzani seperti dimuat BBC.

Ia juga memuji peran pejuang Kurdi Peshmerga dalam pertempuran melawan kelompok militan ISIS.

"Tanpa bantuan Peshmerga, pasukan Irak tidak bisa membebaskan Mosul," katanya, mengacu pada bekas kubu IS, yang jatuh awal tahun ini.

Mayoritas pemilih di wilayah kaya minyak itu menyetujui pemisahan diri dari Irak. Hal itu memicu pertempuran dengan pasukan pemerintah Irak yang menilai bahwa referendum itu tidak sah. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya