Berita

Politik

SUMPAH PEMUDA

Tarian Kolosal Di Perbatasan NTT Raih Rekor MURI

MINGGU, 29 OKTOBER 2017 | 00:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengapresiasi Festival Fulan Fehan di Nusa Tenggara Timur (NTT), yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Dalam festival ini ditampilkan Likurai, yang merupakan nama tarian perang asal Kabupaten Belu, NTT. Dalam aksi ini, di bawah lereng, lebih dari enam ribu orang berjajar.  Kemudian tiba-tiba puluhan orang berkuda keluar dari balik bukit seakan mengejar musuh di bawah sana.

Di bawah lereng, para pria menari sambil membawa pedang. Sementara para wanita beserta anak-anak menari sambil menabuh tihar (kendang kecil), seakan membakar semangat dalam perang.


Tarian kolosal yang dikoreograferi Prof. Eko Supriyanto ini berhasil menyabet penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) karena dilakukan lebih dari 6.000 orang.

Hadir dalam acara ini, selain Mendagri Tjahjo Kumolo, juga anggota DPR dari NTT, Herman Hery, Bupati Belu Willybrodus Lay dan ribuan warga setempat. Sebelum tarian kolosal ini digelar, dilaksanakan juga upacara di atas bukit yang berbatasan langsung dengan Timor Leste.

"Saya apresiasi Bapak Bupati, Bapak Herman Hery dan seluruh masyarakat Belu yang telah bergotong-royong memperingati Sumpah Pemuda, meski di tengah terik matahari seperti ini,” kata Mendagri.

Herman Hery mengatakan, Festival Fulan Fehan ini bukan saja sebagai peringatan Sumpah Pemuda. "Tetapi bagian memperlihatkan, mempertontonkan kejayaan Indonesia di beranda terdepan Negara Republik Indonesia.

Politikus PDI Perjuangan ini mengatakan Festival Fulan Fehan merupakan wujud komitmen masyarakat Belu dan pemerintahan daerah setempat.

“Bahwa harga diri bangsa yaitu NKRI sedang kita pertontonkan kepada dunia internasional dan kepada semua pihak," tegas Herman. [ysa]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya