Berita

Iklan Sugar Daddy Di Perancis/BBC

Dunia

Postitusi Terselubung, Iklan Situs Kencan Sugar Daddy Dihapuskan

SABTU, 28 OKTOBER 2017 | 11:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Sebuah iklan situs kencan di Paris dihapuskan oleh polisi setempat.

Berbeda dari situs kencan biasa, situs tersebut menawarkan bantuan untuk siswa di Paris yang hendak mencari "sugar daddy" untuk mendanai sekolah mereka.

Sebagai informasi "Sugar Daddy" adalah istilah untuk laki-laki tua yang punya pasangan wanita muda, dan tak segan untuk melimpahi pasangannya dengan materi, sebagai imbalan atas waktu dan hubungan yang diberikan.


Iklan tersebut menjadi perhatian setelah dipajang di billboard mobile di halaman Universitas Sorbonne.

Dalam poster iklan tersebut, tampak wajah seorang pria dan wanita dengan tulisan "romansa, passion dan bantuan pelajar, pergi keluar dengan seorang Sugar Daddy".

Polisi telah menyita billboard tersebut dan melarang iklan semacam itu diterbitkan.

Wakil walikota Paris, Helene Bidard, mengatakan bahwa iklan tersebut merupakan bentuk prostitusi.

"Serta masalah ketertiban umum yang disebabkan oleh iklan yang bisa dilihat oleh anak di bawah umur, situs ini merupakan pelanggaran terhadap wanita," katanya.

Ia menyebut bahwa sebuah penyelidikan telah dibuka di situs web untuk mucikari dan polisi telah menangkap truk tersebut untuk dipamerkan tanpa izin.

Pendiri situs tersebut, Norwegian Sigurd Vedal, mengatakan bahwa situs tersebut bertujuan untuk membuat orang berhubungan satu sama lain, seperti situs kencan lainnya.

Dia sebelumnya membantah adanya kesamaan dengan prostitusi saat dia dikritik karena melakukan periklanan di Brussels bulan lalu.

"Ini adalah kesalahpahaman klasik. Kami seperti situs kencan biasa, tapi keuangan adalah bagian dari daftar periksa," katanya kepada sebuah stasiun televisi di Belgia seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya