Berita

Valentino Talluto/BBC

Global

Sengaja Sebar HIV Ke 30 Wanita, Pria Ini Dipenjara 24 Tahun

SABTU, 28 OKTOBER 2017 | 10:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang akuntan Italia dipenjara selama 24 tahun setelah dengan sengaja menginfeksi 30 wanita dengan virus HIV.

Ia adalah Valentino Talluto. Pria tersebut dikatakan memiliki hubungan seks tanpa kondom dengan setidaknya 53 wanita setelah diagnosis mengidap HIV di tahun 2006. Sekitar 30 di antaranya kedapatan mengidap HIV pasca hubungan tersebut.

Di antara para wanita yang pernah ia tiduri tanpa kondom, yang paling muda berumur 14 pada awal hubungan.


Akuntan tersebut, menggunakan nama samaran "Hearty Style" untuk mencari korban di situs kencan.

Talluto sendiri mendapatkan virus tersebut dari ibunya yang adalah seorang pecandu narkoba yang terinfeksi HIV. Ibunya meninggal saat Talluto berusia empat tahun.

Ia geram dengan banyaknya tudingan miring yang dilayangkan padanya.

'Banyak wanita mengenal teman dan keluarga saya," katanya.

"Mereka mengatakan bahwa saya ingin menginfeksi sebanyak mungkin orang. Jika memang begitu, saya akan pergi untuk seks bebas di bar, saya tidak akan membawa mereka ke dalam hidup saya," tambahnya.

Pengacara pembela Talluto telah membantah tindakan klien mereka sebagai hal yang tidak bijaksana, tapi tidak disengaja.

Saat para korbannya meminta ia untuk menggunakan kondom, ia selalu mengatakan bahwa ia alergi atau baru saja melakukan tes HIV.

Salah satu wanita yang pernah ditidurinya bahkan kemudian secara tidak sengaja menyebarkan virus tersebut kepada empat orang lainnya, yakni tiga pria dan satu bayi yang dilahirkannya.

Jaksa Elena Neri mengatakan kepada pengadilan bulan lalu bahwa tindakannya ditujukan untuk menabur kematian. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya