Berita

Catalunya/Net

Dunia

Pemimpin Eropa Dan Negara-negara Ini Satu Suara Tolak Kemerdekaan Catalunya

SABTU, 28 OKTOBER 2017 | 09:10 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemimpin Eropa dan negara-negara lain ikut bereaksi setelah parlemen Catalunya memilih untuk berpisah dari Madrid dan mendirikan sebuah republik merdeka.

Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy sendiri pada hari Jumat (27/10) telah mengumumkan pembubaran parlemen Catalunya dan menyerukan pemilihan daerah yang cepat dalam tanggapan cepat terhadap deklarasi kemerdekaan tersebut.

Menanggapi situasi di Catalunya, Presiden Dewan Eropa, Donald Trusk mengatakan bahwa deklarasi kemerdekaan tidak mengubah apapun. Pasalnya, sejalan dengan posisi Uni Eropa yang telah lama dipegang bahwa kebuntuan di Catalunya adalah masalah internal bagi Spanyol.


Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa blok tersebut tidak memerlukan perpecahan lagi.

"Saya tidak ingin Uni Eropa terdiri dari 95 negara bagian besok," jelasnya seperti dimuat Al Jazeera.

Sementara itu Presiden Parlemen Eropa Antonio Tajani mengatakan dalam sebuah pernyataan yang diposting di Twitter bahwa tidak ada seorang pun di Uni Eropa yang akan mengakui suara kemerdekaan Catalunya.

Penolakan serupa datang dari Jerman, negara dengan ekonomi terkuat di Eropa. Pemerintah Jerman dalam sebuah pernyataan mengatakan pihaknya mendukung persatuan Spanyol dan tidak mengakui deklarasi kemerdekaan sepihak Catalunya.

"Pemerintah federal (Jerman) tidak mengakui deklarasi kemerdekaan tersebut," begitu tegas juru bicara Kanselir Jerman Angela Merkel, Steffen Seibert dalam pernyataan.

"Kedaulatan dan integritas teritorial Spanyol dan akan selalu diganggu gugat," tambahnya.

"Kami berharap bahwa mereka yang terlibat akan menggunakan semua kesempatan yang tersedia untuk dialog dan de-eskalasi," tegasnya.

Sementara itu Amerika Serikat juga tegas menyatakan berada di balik Spanyol dalam mendukung persatuan negara.

"Catalunya merupakan bagian integral dari Spanyol, dan Amerika Serikat mendukung langkah-langkah konstitusional pemerintah Spanyol untuk menjaga agar Spanyol tetap kuat dan bersatu," kata Heather Nauert, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, dalam sebuah pernyataan.

Inggris juga tegas menolak mengakui kemerdekaan Catalunya. Kantor Perdana Menteri Inggris Theresa May mengatakan bahwa deklarasi kemerdekaan itu tidak sah karena didasarkan pada pemungutan suara yang dinyatakan tidak sah oleh pengadilan Spanyol.

Di Perancis, Presiden Prancis Emmanuel Macron juga memberikan dukungan penuhnya di belakang PM Rajoy dan pemerintah Spanyol.

Dalam sebuah kunjungan ke Guyana Prancis, Macron mengatakan kepada wartawan bahwa dia selalu memiliki satu teman bicara di Spanyol, yakni adalah Perdana Menteri Rajoy.

"Ada peraturan hukum di Spanyol dengan peraturan konstitusional. Mariano Rajoy ingin peraturan ini dihormati dan dia mendapat dukungan penuh saya," tegasnya,

Hal senada juga disampaikan oleh Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Ia tegas menyatakan bahwa Kanada mengakui satu Spanyol.

Berbicara kepada wartawan saat konferensi pers di dekat Montreal, Trudeau mengatakan bahwa perundingan harus diadakan sesuai dengan peraturan hukum dan konstitusi Spanyol, serta prinsip-prinsip hukum internasional.

Sedangkan Omer Celik, menteri Uni Eropa Turki, juga menambahkan suaranya kepada mereka yang menyerukan persatuan Spanyol.

Dalam sebuah wawancara di televisi dengan Kanal 24 Turki, Celik menggambarkan keputusan parlemen Catalunya untuk menyatakan kemerdekaan sebagai sebuah langkah yang salah.

"Kami tidak menemukan deklarasi kemerdekaan Catalunya yang sah," katanya. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya