Berita

Dunia

Ulang Tahun Emas, ASEAN Segera Geser Pusat Ekonomi Global

JUMAT, 27 OKTOBER 2017 | 15:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Tahun ini Indonesia dan sembilan negara anggota lainnya memperingati ulang tahun emas ASEAN.

Selama 50 tahun pembangunan, ASEAN telah berkembang luar biasa baik dalam bidang politik, ekonomi, budaya dan bahkan keamanan.

"Anggota ASEAN aktif membangun perdamaian di kawasan demi membangun perekonomian yang berkelanjutan," kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Dr. Bambang Subiyanto dalam Symposium on the 50th Anniversary of ASEAN and the 40th Anniversary of Fukuda Doctrine yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (27/10).


Ia menambahkan bahwa seiring dengan perkembangannya, ASEAN telah mengembangkan inisiatif kerjasama yang membantu kawasan mencapai perbaikan ekonomi dan stabilitas regional sambil terus menjaga perdamaian.

Salah satu sektor yang paling pesat berkembang adalah di bidang ekonomi. Bambang merujuk pada data Bank Pembangunan ASIA (ADB) yang menyebut bahwa negara ASEAN dan mitra strategisnya akan mendorong pergeseran pusat ekonomi global dari benua Amerika dan Eropa ke Asia.

"Presentase total PDB akan meningkat dari 27 persen di tahun 2010 menjadi 51 persen di tahun 2050," kata Bambang.

"Pendapatan per kapita akan meningkat enam kali lipat menjadi sekitar 38.600 dolar AS, membuat tingkat kesejahteraan masyarakat Asia sejahtera setara dengan masyarakat di Eropa saat ini," tandasnya. [wah] 

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya