Tahun ini Indonesia dan sembilan negara anggota lainnya memperingati ulang tahun emas ASEAN.
Selama 50 tahun pembangunan, ASEAN telah berkembang luar biasa baik dalam bidang politik, ekonomi, budaya dan bahkan keamanan.
"Anggota ASEAN aktif membangun perdamaian di kawasan demi membangun perekonomian yang berkelanjutan," kata Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Dr. Bambang Subiyanto dalam Symposium on the 50th Anniversary of ASEAN and the 40th Anniversary of Fukuda Doctrine yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (27/10).
Ia menambahkan bahwa seiring dengan perkembangannya, ASEAN telah mengembangkan inisiatif kerjasama yang membantu kawasan mencapai perbaikan ekonomi dan stabilitas regional sambil terus menjaga perdamaian.
Salah satu sektor yang paling pesat berkembang adalah di bidang ekonomi. Bambang merujuk pada data Bank Pembangunan ASIA (ADB) yang menyebut bahwa negara ASEAN dan mitra strategisnya akan mendorong pergeseran pusat ekonomi global dari benua Amerika dan Eropa ke Asia.
"Presentase total PDB akan meningkat dari 27 persen di tahun 2010 menjadi 51 persen di tahun 2050," kata Bambang.
"Pendapatan per kapita akan meningkat enam kali lipat menjadi sekitar 38.600 dolar AS, membuat tingkat kesejahteraan masyarakat Asia sejahtera setara dengan masyarakat di Eropa saat ini," tandasnya.
[wah]