Berita

Dunia

Rusia Ingin Tanam Modal Di Proyek Mega City Arab Saudi

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 18:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Rusia ingin menjadi investor dalam proyek Arab Saudi untuk membangun megacity Neom yang digadang-gadang akan memiliki 33 kali lebih besar dari New York City.

Proyek ini akan dibiayai oleh pemerintah Saudi dan investor swasta dan didukung sepenuhnya oleh energi angin dan matahari.

"Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) ingin menjadi co-investor dengan dana internasional lainnya. Dana tersebut akan menarik perusahaan-perusahaan Rusia terkemuka untuk berinvestasi dalam penciptaan kota Neom, sehingga memberikan kontribusi bagi ekspansi berteknologi tinggi mereka dalam menjanjikan pasar Arab Saudi dan seluruh Timur Tengah," kata CEO RDIF Kirill Dmitriev seperti dimuat Russia Today (Kamis, 26/10).


"Kami berbicara tentang investasi senilai beberapa miliar dolar," katanya.

RDIF berencana untuk menarik perusahaan-perusahaan Rusia terkemuka yang bekerja di bidang energi surya, kesehatan, teknologi kecerdasan buatan, transportasi berkecepatan tinggi, dan pembangunan infrastruktur pelabuhan.

Menurut Dmitriev, perusahaan Rusia juga bisa membantu mengubah Neom menjadi hub untuk ekspor produk pertanian Rusia ke Timur Tengah.

"Kami percaya kesempatan untuk bekerja sama dengan perusahaan teknologi terkemuka di dunia di tempat yang begitu menarik, dengan dukungan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, adalah proposal yang sangat menarik," katanya.

Kota ini akan sepenuhnya didukung oleh angin dan energi matahari. Neom, yang akan fokus pada makanan, hiburan, bioteknologi, dan lain-lain. Ini adalah upaya Arab Saudi untuk melakukan diversifikasi pendapatannya, yang telah merosot saat harga minyak ambruk pada tahun 2014.
 
Zona seluas 26.500 km persegi akan berada di perbatasan Arab Saudi dengan Yordania dan Mesir dan akan membutuhkan investasi 500 miliar dolar AS. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya