Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Palang Merah Internasional: Dunia Gagal Tangani Krisis Rohingya

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 18:08 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dunia telah gagal dalam menanggapi krisis yang menimpa warga Rohingya di Myanmar.

Begitu pernyataan kepala Federasi Palang Merah dan Bulan Sabit Internasional, Elhadj As Sy pekan ini.

Ia menggambarkan krisis kemanusiaan yang mempengaruhi Muslim Rohingya di Myanmar yang belum pernah terjadi sebelumnya, memerlukan solusi politik dan meminta semua pemimpin serta pemegang kepentingan menangani hal ini dengan serius.


"Kita menghadapi di sini sebuah krisis yang cukup tidak pernah terjadi sebelumnya," jelas Sy saat berkunjung ke kamp pengungsi yang berkembang pesat di kota pelabuhan Cox's Bazar di Bangladesh.

"Palang Merah memiliki akses lebih besar daripada orang lain (tapi) keseluruhan respons tidak dapat dialihkan ke bahu Palang Merah saja. Harus ada akses untuk aktor kemanusiaan lainnya," katanya seperti dimuat The Guardian.

Lebih dari 603.000 Muslim Muslim Rohingya diperkirakan telah menyeberang ke Bangladesh, di mana mereka tinggal dalam kondisi mengerikan di bawah terpal dan di tenda-tenda di kamp-kamp berlumpur. Lebih dari separuhnya adalah anak-anak.

"Tidak pernah saya melihat begitu banyak anak dalam krisis," kata Sy.

"Anak-anak yang pernah melihat hal-hal yang tidak seharusnya disaksikan oleh seorang anak. Anak-anak yang kehilangan masa kecil mereka," sambungnya.

Dia mengatakan bahwa dia terkejut dan sedih melihat keadaan para pengungsi tiba setelah berhari-hari berjalan untuk mencapai perbatasan. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya