Berita

Catalunya/Net

Dunia

Tolak Tuntutan Spanyol, Catalunya Segera Deklarasi Kemerdekaan Sepihak?

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 18:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Wakil Presiden Catalunya, Oriol Junqueras memperingatkan Spanyol bahwa keputusannya untuk memberlakukan peraturan langsung telah membuat separatis tidak memiliki banyak pilihan kecuali untuk memulai pembentukan negara bagian Catalunya yang berdaulat.

Ia menjelaskan bahwa desakan pemerintah pusat untuk menggunakan konstitusi Spanyol untuk menangguhkan otonomi daerah justru semakin memaksa Catalunya untuk melepaskan diri.

Junqueras mengatakan kepada Associated Press bahwa partai Kiri Republik, bagian dari koalisi yang memerintah di Catalunya, akan bekerja untuk membangun sebuah republik. Hal itu dikarenakan, menurutnya ada mandat demokratis untuk mendirikan sebuah republik semacam itu.


Ia menekankan bahwa apa yang diucapkannya adalah untuk partainuya dan bukan pemerintahan Catalunya.

"Kami juga mengerti bahwa pemerintah Spanyol tidak memberi kami pilihan lain selain membela hak-hak sipil dan hak warga negara melalui alat terbaik yang institusi kami memiliki," sambungnya.

Pernyataannya itu keluar selang beberapa jam setelah presiden Catalunya Carles Puigdemont, menolak undangan untuk tampil di hadapan senat Spanyol untuk membela tawaran pemerintahnya untuk kemerdekaan karena majelis tinggi parlemen Spanyol bersiap untuk menyetujui rencana untuk mencabut kekuasaannya.

The Guardian mengabarkan bahwa pernyataan Junqueras meningkatkan spekulasi bahwa deklarasi kemerdekaan sepihak dapat dibuat dalam 48 jam ke depan oleh Catalunya. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

UPDATE

JK Menjelma Imam Besar Bagi Kelompok di Luar Kekuasaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:17

KPK Benarkan Panggil Pengusaha Rokok Haji Her, Tapi Mangkir dari Pemeriksaan

Rabu, 08 April 2026 | 10:02

Komisi X DPR Tekankan Kesejahteraan Guru dalam Revisi RUU Sisdiknas

Rabu, 08 April 2026 | 10:00

Iran Sebut Trump Setuju Penuhi 10 Syarat Gencatan Senjata

Rabu, 08 April 2026 | 09:56

IHSG Balik ke Level 7.000-an, Rupiah Menguat Usai Tersungkur ke Rekor Terendah

Rabu, 08 April 2026 | 09:54

Akselerasi Penyehatan, Adhi Karya Lakukan "Bersih-Bersih" Neraca

Rabu, 08 April 2026 | 09:40

Manuver JK Tak Perlu Dikhawatirkan

Rabu, 08 April 2026 | 09:33

Imparsial: Sudah Mendesak Dilakukan Revisi UU Peradilan Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:32

Berkas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Dilimpahkan ke Oditurat Militer

Rabu, 08 April 2026 | 09:21

KPK Soroti Dugaan Aliran Fasilitas ke Faisal Assegaf

Rabu, 08 April 2026 | 09:04

Selengkapnya