Berita

Alan Joyce/BBC

Dunia

Bos Maskapai Penerbangan Ini Vokal Kampanyekan Pernikahan Sesama Jenis

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 16:04 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bos maskapai penerbangan asal Australia, Qantas yakni Alan Joyce ditunjuk sebagai eksekutif bisnis LGBT yang paling berpengaruh di dunia dalam sebuah daftar tahunan.

Daftar itu dibuat oleh kelompok jaringan keluar dan Financial Times terkait dengan model peran LGBT positif dalam bisnis.

Ia dipilih karena vokal melakukan kampanye untuk mendukung pernikahan sesama jenis, sebuah isu yang saat ini menjadi sorotan warga Australia.


"Tidak ada yang merasa harus mengalami kehidupan ganda," kata Joyce.

"Pada tahun lalu saya telah bekerja keras untuk mendorong perubahan di tempat kerja saya sendiri dan memang negara saya sendiri," sambungnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa secara pribadi tentang pernikahan sesama jenis, Joyce telah mendorong para pemimpin bisnis lainnya untuk bergabung dengannya dalam berkampanye untuk memilih "ya" dalam pemungutan suara Australia.

Perdana Menteri Malcolm Turnbull telah berjanji bahwa jika mayoritas warga Australia mendukung pernikahan sesama jenis dalam pemilihan tersebut, parlemen akan memperdebatkan perubahan Undang-undang Perkawinan, yang dapat menyebabkan negara tersebut menjadi negara ke-25 yang mengizinkan pernikahan sesama jenis.

Surat suara sendiri akan ditutup pada tanggal 7 November dan laporan terakhir menunjukkan bahwa hampir tiga perempat pemilih yang berhak telah mengembalikan surat suara mereka dengan waktu tersisa hampir dua minggu lagi.

"Sebagai seorang pria gay yang terbuka dan menjadi pemimpin organisasi ini dan pemimpin bisnis terkemuka di Australia, saya merasa sangat penting bahwa saya memimpin dengan memberi contoh dan berada di luar sana untuk mempromosikan kasus ini," tegas Joyce seperti dimuat BBC. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya