Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Langkah Keamanan Baru, Penumpang Ke AS Bisa Diperiksa Lebih Dan Diwawancara Singkat

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 15:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Langkah keamanan baru yang mempengaruhi penerbangan ke Amerika Serikat mulai diberlakuan pekan ini.

Langkah tersebut menurut pihak berwenang Amerika Serikat, ditujukan untuk mengurangi ancaman bahan peledak tersembunyi.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat dalam sebuah pernyataan seperti dimuat BBC (Kamis, 26/10) mengatakan bahwa langkah terbaru itu akan berlaku untuk semua penerbangan komersial ke Amerika Serikat.


Termasuk dalam langkah pengamanan terbaru itu adalah penumpang dan perangkat elektronik yang disempurnakan.

Selain itu juga adanya wawancara singkat dengan penumpang di gerbang check-in.

Akibat aturan baru tersebut, sekitar 2.000 penerbangan komersial sehari dari lebih dari 100 negara akan terpengaruh.

Beberapa pejabat penerbangan telah menyatakan kekhawatirannya bahwa pemeriksaan tersebut dapat menyebabkan penundaan dan menyebabkan harga tiket yang lebih tinggi.

Maskapai penerbangan yang berbasis di Hong Kong Cathay Pacific mengatakan akan melakukan layanan pengepakan tas sendiri dan menyarankan penumpang untuk tiba di bandara tiga jam sebelum keberangkatan.

Sementara itu Singapore Airlines mengatakan perangkat elektronik pribadi bisa diperiksa. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya