Berita

Foto:Istimewa

Politik

PPP Muktamar Jakarta Audiensi Ke Kemenkumham

KAMIS, 26 OKTOBER 2017 | 15:23 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muktamar Jakarta melakukan audiensi ke Kemenkumham hari ini (Rabu, 26/10).

Kehadiran DPP PPP disambut langsung oleh Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly.

Dalam kesempatan itu, Yasona menjelaskan bahwa pada prinsipnya pemerintah akan mengesahkan siapapun yang dimenangkan secara hukum dalam sengketa PPP serta menjamin tidak akan melakukan intervensi atau mem-backup kubu manapun.


"Kemenkumham sendiri telah menyatakan tidak menyertakan memori Banding dalam gugatan di PTTUN. Namun Putusannya sendiri NO sehingga kami menunggu keputusan yang bersifat final," jelasnya seperti keterangan yang diterima redaksi.

Ia juga menjelaskan bahwa pada prinsipnya, PPP pasti akan mengikuti verifikasi Parpol.

"Siapapun yang dimenangkan secara hukum akan kami keluarkan SK-nya," ujar Politisi PDIP ini.

"PPP Muktamar Jakarta saat ini sedang mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Selain itu, mereka telah mengirimkan data terbaru posisi hukumnya. Untuk itu, kami saat ini sedang melakukan kajian hukumnya," tegasnya.

Hal senada disampaikan Wasekjen DPP PPP, Sudarto.

"Pak Menteri menyampaikan bahwa PDIP adalah sahabat dekat dari PPP Djan Faridz. Bahkan Ketua Umum PDIP dan Sekjen tidak usah diragukan lagi komitmennya," ucap Sudarto menirukan Menkumham.

"Bapak Menkumham beberapa kali terkejut dengan adanya fakta-fakta baru dari Kubu Romi yang ternyata baru hari ini didengar beliau," jelasnya.

Selain itu, Menkumham juga memberikan apresiasi terhadap kader-kader PPP yang memiliki integritas dan kesetiaan tinggi. Ini seperti masa PDIP jaman orde baru, lanjut Sudarto.

"Mudah-mudahan setelah menerima penjelasan yang konperehensip dari DPP PPP hari ini, Menkumham dalam waktu itu segera keluar kajian dan dilanjutkan dengan mengesahkan PPP Muktamar Jakarta," pungkasnya.

Turut hadir dalam pertemuan tersebut, KH. Noer Muhammad Iskandar, SQ, Plh Majelis Syariah DPP PPP, Nukman Abdul Hakim (Waketum), didampingi beberapa ketua dan Wasekjen DPP PPP. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya