Karon Grieve saat berada di pesawat/Twitter
Bagaimana rasanya menjadi satu-satunya penumpang dalam sebuah penerbangan komersial berbiaya rendah?
Hal itu pantas ditanyakan kepada seorang wanita asal Glasgow di barat daya Skotlandia ini. Ia adalah Karon Grieve.
Beberapa waktu lalu, ia tampak tak percaya dengan pengalaman yang dialaminya, yakni menjadi penumpang tunggal di pesawat dengan kapasitas 189 kursi.
Hal itu ia alami saat hendak terbang ke Yunani dengan menumpang maskapai penerbanan Jet2.Tikep pesawat pun ia peroleh dengan harga tergolong murah, yakni 60 dolar AS atau setara dengan sekitar 817 ribu rupiah.
CNN mengutip pernyataanya soal penerbangan itu di mana ia merasa bahwa perjalanan itu tak nyata.
"Awak tiba - pilot, perwira pertama dan pengawas udara. Dan mereka semua mengenal namaku," katanya.
"Mereka semua datang dan berkata, 'Hai Karen, apa kabar?' Mereka semua tertawa dan mengatakan bahwa aku membawa jet pribadiku sendiri," jelasnya.
Ia menambahkan bahwa sebelum lepas landas, pramugari tetap menjalankan prosedur yakni memberikan petunjuk keselamatan.
"Gadis itu (pramugari) berdiri dan melakukan semuanya dan dia bilang harus melakukannya, ini adalah persyaratan hukum," kata Grieve.
"Dia harus melakukan semuanya di depan saya, dan sayalah satu-satunya yang duduk di sana," tambahnya.
"Saya tidak bisa berhenti tertawa, saya hanya tertawa terbahak-bahak," ungkapnya.
Penerbangan hari Minggu itu adalah yang terakhir dari Glasgow ke pulau Yunani Kreta tahun ini.
Menurut juru bicara Jet2, ini adalah penerbangan terakhir yang tidak biasa, karena seluruh kursi kosong dan hanya diisi satu penumpang.
"Kami senang Karon dapat mengalami layanan pelanggan VIP kami," kata juru bicara tersebut.
Grieve sendiri kemudian mengeposkan foto dirinya sambil memegangi minuman yang dikelilingi deretan deretan kursi kosong.
[mel]