Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Serangan Ransomware Terbaru Serang Rusia

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 16:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan peringatan baru soal serangan ransomware baru yang menyebar melalui Rusia dan Ukraina dan masuk ke negara lain di seluruh dunia.

Pakar cybersecurity mengatakan ransomware yang merupakan pembaruan Adobe sebelum mengunci komputer dan meminta uang bagi orang-orang untuk mendapatkan file mereka yang ditargetkan kembali perusahaan media Rusia dan sistem transportasi Ukraina.

Virus ini juga telah terdeteksi di negara lain termasuk Amerika Serikat, Jerman dan Jepang.


Tim Kesiapan Darurat Komputer Amerika Serikat mengatakan pekan ini bahwa pihaknya telah menerima banyak laporan tentang infeksi ransomware di banyak negara di seluruh dunia.

Dijuluki "Bad Rabbit," virus ini adalah contoh terbaru dari penjahat dunia maya menggunakan uang tebusan untuk mencoba memeras uang dari korban di seluruh dunia. Dua serangan internasional utama awal tahun ini yakni NotPetya dan Wannacry yang menyebabkan gangguan luas yang mempengaruhi bisnis, institusi pemerintah dan rumah sakit.

Ketika Bad Rabbit menginfeksi komputer, komputer tersebut menangkap file dan menuntut uang tebusan. Para ahli dan lembaga pemerintah menyarankan agar korban tidak membayar, dan memperingatkan bahwa tidak ada jaminan bahwa mereka akan mengembalikan file mereka.

Pada hari Selasa (24/10), virus tersebut menyerang kelompok media Rusia Interfax dan Fontanka, dan target transportasi di Ukraina termasuk bandara Odessa, kereta bawah tanah Kiev dan Kementerian Infrastruktur negara bagian Ukraina, menurut perusahaan keamanan dunia maya Grup-IB. Interfax mengkonfirmasi servernya telah turun karena serangan cyber.

Sebagian besar korban berada di Rusia, namun serangan juga terjadi di Ukraina, Turki, dan Jerman. Perusahaan Cybersecurity ESET juga mengidentifikasi kasus Bad Rabbit di Jepang dan Bulgaria. Perusahaan lain, Avast, mengatakan bahwa ransomware telah terdeteksi di AS, Korea Selatan dan Polandia. Demikian seperti dimuat CNN. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya