Berita

Foto; Istimewa

Global

Disfungsi Serius, Raja Mohammed VI Pecat Lima Pejabat Top Maroko

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 15:13 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Raja Mohammed VI melakukan langkah agresif dengan memecat sebagian besar menteri di kabinetnya awal pekan ini.

Keputusannya itu diambil bukan tanpa alasan dan pertimbangan matang. Pasalnya, pada Selasa (24/10), Raja Mohammed VI menerima kehadiran Presiden Pertama Pengadilan Auditor yakni Driss Jettou di Rabat.

Dalam kesempatan itu, Jettou mempresentasikan sebuah laporan yang berisi kesimpulan Pengadilan mengenai proyek Al Hoceima "Manarat Almotawassit".


Laporan itu sendiri merupakan penugasan yang diperintahkan langsung oleh Raja Mohammed VI pada tanggal 2 Oktober lalu. Tujuannya adalah untuk melihat ada tidaknya disfungsi serius selama masa pemerintahan sebelumnya yang dipimpin oleh Abdelilah Benkirane.

Ternyata, dalam laporan tersebut, ditemukan adanya disfungsi serius atas kinerja menteri-menteri dalam kebinetnya.

Raja Mohammed VI pun memutuskan lengkah besar untuk memecat sejumlah besar menteri dan pejabat tinggi.

"Pada tingkat pelaksanaan proyek yang diprogramkan, terjadi penundaan yang signifikan dalam peluncuran proyek, dan sebagian besar belum diluncurkan sama sekali, dengan tidak adanya inisiatif konkrit oleh beberapa aktor yang terlibat dalam proyek tersebut," kata komunike dari Royal Cabinet seperti keterangan yang diterima redaksi.

Raja Mohammed VI mengaku kecewa dengan kinerja para menteri dan petinggi tersebut dan tidak lagi akan mempercayakannya dengan misi publik manapun.

Raja Mohammed VI juga telah meminta kepala pemerintahan untuk mengajukan daftar pengganti yang diusulkan untuk para Menteri yang telah dipecat.

Menteri dan pejabat yang dipecat itu adalah:

1. Mohamed Hassad, Menteri Pendidikan Nasional, mantan Menteri Dalam Negeri di pemerintahan mantan kepala pemerintahan Abdelilah Benkirane,

2. El Houssaine El Ouardi, Menteri Kesehatan di bawah pemerintahan Saad Eddine El Othmani dan Abdelilah Benkirane,

3. Mohamed Nabil Benabdellah, Menteri Perumahan di bawah Sa'd Eddine El Othmani dan Abdelilah Benkirane,

4. Larbi Benckheikh, Sekretaris Negara yang bertanggung jawab atas pelatihan kejuruan, yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Jenderal OFPPT, dan;

5. Ali Fassi Fihri, direktur jenderal National Office of Water and Electricity.

Selain daftar pejabat tinggi yang dipecat itu, Raja Mohammed VI juga menegur sejumlah pejabat tinggi lainnya yang dilaporkan tidak bekerja dengan baik dalam laporan tersebut. Mereka yang ditegur adalah lima mantan menteri, yakni:

1. Rachid Belmokhtar, mantan Menteri Pendidikan Nasional

2. Lahcen Haddad, mantan Menteri Pariwisata

3. Lahcen Sekkouri, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga

4. Mohamed Amine Sbihi, mantan Menteri Kebudayaan Pendidikan, dan;

5. Hakima El Haïté, mantan Sekretaris Negara yang bertanggung jawab atas lingkungan. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya