Berita

Dunia

Putra Mahkota Arab Saudi Janjikan Islam Yang Lebih Moderat

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 14:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman berjanji untuk menghancurkan ideologi ekstrimis dan berupaya mengembalikan Islam ke arah yang lebih moderat.

Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara pada konferensi Inisiatif Investasi Masa Depan di Riyadh pekan ini.

Ia menyebut bahwa langkah tersebut akan menempatkan kerajaan di dalam benteng dengan banyak negara lain karena ia berusaha untuk mengubah ekonominya dalam beberapa dekade mendatang.


"Kami ingin menjalani kehidupan normal, kehidupan dimana agama dan tradisi kita diterjemahkan ke dalam toleransi, sehingga kita hidup berdampingan dengan dunia dan menjadi bagian dari perkembangan dunia," katanya seperti dimuat CNN.

Lankah yang diambil Putra Mahkota ini di satu sisi akan mengecewakan ulama ultrakonservatif yang telah memegang kekuasaan di kerajaan.

Namun di sisi lain, hal ini akan digembar-gemborkan oleh populasi Arab Saudi yang semakin muda dan dunia luar.

"Tujuh puluh persen penduduk Saudi berusia di bawah 30 tahun. Sejujurnya, kita tidak akan menghabiskan 30 tahun hidup kita untuk menghadapi ideologi ekstremis. Kita akan menghancurkan mereka hari ini dan segera," tegas bin Salman.

"Saudi tidak seperti ini sebelumnya '79. Arab Saudi dan seluruh wilayah mengalami kebangkitan setelah '79.  Semua yang kita lakukan akan kembali pada kita, sebuah Islam moderat yang terbuka untuk semua agama dan dunia dan semua tradisi dan manusia," jelasnya.

Ia menyinggung soal tahun 1979, yakni tahun yang penuh gejolak bagi Arab Saudi yang mencakup militan Syiah yang menggulingkan Shah sekuler Iran dan fundamentalis Sunni yang merebut Masjid al-Haram, atau Masjid Agung, di Mekah.

Pada tahun yang sama, minoritas Syiah di negara tersebut melakukan pemberontakan mematikan di provinsi Al-Hasa. [mel]

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Menguji Klaim MBG Kunci Pertumbuhan Ekonomi Triwulan 1

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:12

JK Disarankan Maafkan Ade Armando

Kamis, 07 Mei 2026 | 04:07

41,7 Persen Jemaah Haji Aceh Lansia

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:43

Bank Pelat Merah Cabang Joglo Dipolisikan

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:26

Empat Hakim Ad Hoc PHI PN Medan Disanksi Kode Etik

Kamis, 07 Mei 2026 | 03:03

Presensi Ilegal 3.000 ASN Brebes Alarm Serius bagi Integritas Birokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:42

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

Digitalisasi Parkir Genjot Pendapatan Daerah

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:02

Ini Cerita Penumpang Selamat dari Bus ALS Terbakar di Sumsel

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:31

Impor Blueray 90 Persen Tetap Jalur Merah

Kamis, 07 Mei 2026 | 01:28

Selengkapnya