Berita

Ryan Clayton saat diamankan/Reuters

Global

Diteriaki Pengkhianat, Trump Tetap Berlalu

RABU, 25 OKTOBER 2017 | 12:37 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang aktivis progresif, Ryan Clayton mengganggu kedatangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke acara makan siang mingguan dengan Senat Republik (Selasa, 24/10).

Saat Trump dan Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell berjalan menuju ruangan, dari tengah-tengah kerumunan pers, tiba-tiba ada suara berteriak yang menyebut bahwa "Trump adalah pengkhianat" sambil melempar bendera Rusia berukuran kecil yang tertulis nama Trump.

Trump dan dan McConnell tampak mengabaikan teriakan itu dan terus berlalu. Namun kerumunan pers dan pihak keamanan segera mengalihkan perhatian ke asal suara tersebut.


Kalimat "Trump adalah pengkhianat" itu diulangnya sebanyak empat kali.

"Mengapa Anda berbicara tentang pemotongan pajak saat Anda harus berbicara tentang pengkhianatan?" sambung Clayton berteriak.

"Mengapa Kongres berbicara tentang pemotongan pajak ketika mereka seharusnya membicarakan pengkhianatan?" tambahnya,

Clayton juga menuduh presiden berkomplot dengan agen Rusia untuk mencurangi pemilihan.

"Presiden ini telah berkonspirasi dengan agen pemerintah Rusia," sambungnya.

Ia segera diamankan oleh pihak keamanan setempat untuk diinvestigasi.

The Intercept mengabarkan bahwa Clayton adalah kepala kelompok "Amerika Take Action" yang mengkritik keras Trump.

Ini bukan kali pertama aksi nekad ia lakukan. Pria 36 tahun asal Sterling, Virginia itu sebelumnya didakwa melakukan tindakan melanggar hukum.

Otoritas Capitol masih menyelidiki bagaimana ia bisa masuk ke dalam lokasi yang memerlukan pemeriksaan ekstra untuk masuk. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya