Berita

Foto: Net

Nusantara

IDNG-IASA Sepakat Program Telemedicine Untuk Papua Dimulai Januari 2018

SELASA, 24 OKTOBER 2017 | 08:26 WIB | LAPORAN:

Setelah merampungkan pertemuan dengan Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Pandjaitan dan Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro di Wisma Indonesia di Washington DC pekan lalu, Indonesian Diaspora Network Global (IDNG) dan Indonesian American Society of Academics (IASA), yang terdiri dari para profesor diaspora Indonesia di Amerika Serikat, sepakat untuk melaksanakan program terobosan telemedicine dan edukasi untuk Papua dan Papua Barat mulai bulan Januari 2018.

Program terobosan telemedicine akan menjadikan dua unit rumah sakit di Papua sebagai pusat kegiatan telemedicine dan terhubung ke lima puskesmas kabupaten sebagai working-model yang diarahkan ke 100 puskesmas garis depan.

Dengan mengandalkan kekuatan jaringan, telemedicine akan dilakukan secara interaktif ‘real time’ maupun sistem ‘store-forward’. Model awal ini nantinya dapat ditingkatkan guna mencakup lebih banyak daerah, termasuk di luar Papua dan Papua Barat.


Program terobosan edukasi terlebih dahulu akan menargetkan SMA berasrama di Jayapura, Merauke, dan Nabire guna mentransformasikannya menjadi power house penghasil lulusan berkualitas tinggi. Program ini akan diawali dengan perekrutan tenaga pendidik tambahan, rancangan kurikulum dan bahan ajar, pelatihan dan pendampingan, desain infrastruktur pembelajaran.

Sebanyak 20 profesor diaspora akan diterjunkan bergantian sepanjang tahun 2018 untuk melakukan pendampingan dan pengarahan menggunakan dana mandiri diaspora sebesar 350 ribu dolar AS atau Rp 4,7 miliar per tahun.

"Ini merupakan sumbangan murni dari diaspora yang berasal dari para donatur dan sponsor. Kegiatan para profesor diaspora tersebut bersifat pengabdian semata dan mereka tidak akan diberikan gaji atau honor," terang Direktur Eksekutif Indonesia Diaspora Network Global,Hamdan Hmedan melalui rilis tertulis yang diterima redaksi, Selasa (24/10).

Presiden IDNG Herry Utomo dan Chairman Board of Directors of IDNG Edward Wanandi menyatakan bahwa program-program terobosan ini adalah tonggak sejarah sekaligus komitmen organisasi untuk terlibat langsung dalam mempercepat pembangunan di Indonesia, khususnya di Papua dan Papua Barat.

Menteri Bambang Brojonegoro berharap bahwa kedua program terobosan ini merupakan awal dari keikutsertaan diaspora dalam memacu pembangunan Indonesia.[wid]




Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya