Berita

Miras Ilegal/net

Nusantara

Miras Ilegal Dari Malaysia Dan Singapura Sudah Beredar Di Jakarta

SELASA, 24 OKTOBER 2017 | 00:03 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Jajaran Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Bareskrim berhasil membongkar jaringan penyelundup minuman keras dari Malaysia dan Singapura. Diduga pendistribusian miras ilegal baru beredar di wilayah DKI Jakarta.

"Polda Metro kan belum lama menangkap lima kontainer berisi miras, nah itu bagian dari jaringan mereka," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus, Brigjen Pol Agung Setya, di Kantornya, Jakarta, Senin (23/10).
 
Agung juga belum bisa memastikan peredaran miras ilegal yang telah berhasil masuk ke DKI Jakarta selain dari lima kontainer yang diamankan oleh Polda Metro Jaya.


"Kita gak bisa memastikan jumlahnya, karena mereka masuk secara ilegal, artinya kita tak bisa memastikan miras ini merembes kemana saja (di wilayah Jakarta) kita perlu pendalaman," jelas Agung.

Sebelumnya, Dirtipideksus Bareskrim telah berhasil lebih dulu menangkap tersangka berinisial KW pada bulan September 2017. Setelah menangkap KW, dari hasil pengembangan polisi berhasil meringkus dua tersangka lagi yakni F dan S yakni sebagai direktur perusahaan importir yang menyelundupkan miras ilegal dari jaringan batam terebut.

Ketiga tersangka dijerat dengan UU No 18/2012 tentang pangan dan UU No 8/1999 tentang perlindungan konsumen serta pasal 204 KUHP dengan hukuman kurungan penjara selama 15 tahun.

"Barang bukti yang berhasil kami sita 58.595 botol minuman keras golongan B&C dari berbagai macam merek," demikian Agung.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya