Berita

ilustrasi/Net

Dunia

PBB: Ratusan Ribu Pengungsi Rohingnya Dari Myanmar Tak Bisa Didiamkan

SENIN, 23 OKTOBER 2017 | 19:05 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Hampir satu juta pengungsi Rohingya telah melarikan diri dari kekerasan di Myanmar sejak beberapa pekan terakhir. Mayoritas di antara mereka melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh.

Sekitar 600.000 orang telah melewati perbatasan sejak 25 Agustus lalu, ketika serangan pemberontak terhadap pos keamanan disambut oleh serangan balasan yang ganas oleh tentara Myanmar di negara bagian Rakhine. PBB menyebut bahwa hal ini merupakan bagian dari pembersihan etnis.

"Ini adalah eksodus terbesar dari satu negara sejak genosida Rwanda pada tahun 1994, kata Shameem Ahsan, duta besar Bangladesh untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di Jenewa awal pekan ini.


"Meski mengklaim sebaliknya, kekerasan di negara bagian Rakhine belum berhenti. Ribuan masih masuk setiap hari," sambungnya.

Menteri dalam negeri Bangladesh sendiri saat ini berada di Yangon pada hari Senin untuk melakukan pembicaraan untuk menemukan solusi berkelanjutan.

Namun di sisi lain, jelas Ahsan, Myanmar terus mengeluarkan propaganda yang memproyeksikan Rohingya sebagai imigran ilegal dari Bangladesh.

"Penyangkalan identitas etnis Rohingya ini secara terang-terangan tetap menjadi blok yang tersandung," tambahnya seperti dimuat Reuters.

Myanmar menganggap Rohingya tidak memiliki kewarganegaraan, meskipun telah melacak kehadiran keluarga mereka di negara ini selama beberapa generasi. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya