Berita

Nusantara

API Jabar Akui Masih Ada Pengusaha Kelabui Petugas Pajak

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 08:52 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keberadaan pengusaha yang tidak disiplin dalam membayar pajak diakui Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat.

Ketua Umum API Jabar, Jusak Sulaiman mengaku bahwa tak jarang ada pengusaha yang mencoba mengelabui petugas pajak dengan mengaku UKM.

Jusak mengatakan, atas nakalnya para pengusaha tersebut, pembukaan faktur menjadi terhambat dikarenakan mereka enggan mengeluarkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Kebanyakan para pengusaha tersebut banyak yang belum bersedia karena takut menjadi pengusaha kena pajak (PKP).


"Jadi intinya kita minta kebijakan, diberikan waktu supaya kita semua bisa disiplin mengenai pajak," ujar Jusak usai mengikuti dialog dengan Direktur Jenderal Pajak, Ken Dwijugiasteadi di Bandung, Rabu (18/10).

Persoalan tersebut, menurutnya, sudah disampaikan langsung kepada Dirjen Pajak. Bahkan ada tim dari API Jabar yang langsung menuju Jakarta untuk mengurusi kebijakan fiskalnya.

Kesulitan mengenai belum terbukanya para pengusaha tersebut menghambat perusahaan tekstil dalam menjual barangnya. Jusak menilai kesulitan itu menjadi tugas Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk membina para pengusaha itu agar perusahaan tidak sulit untuk mengeluarkan faktur.

"Kalau kita kan gak bisa, kan kita maksa-maksa pembelinya nanti nggak mau beli. Jadi kita minta supaya dari Ditjen Pajak sendiri yang turun, tapi jangan kita yang buka, kalau kita kan nggak etis karena itu pembeli kita," jelasnya seperti diberitakan RMOLJabar.

API Jabar meminta waktu pada DJP agar jangan langsung menerapkan semuanya harus langsung disiplin membayar pajak. Kalau bisa penerapan itu secara bertahap dilakukan.

"Itu mungkin akan memberatkan nantinya, tapi kita minta waktu kasih tau kapan, dan untuk para UKM-UKM ini juga supaya mereka bisa lancar," pungkasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Forum Lintas-Generasi Ketuk Pintu KWI Serukan Kebangkitan Moral Bangsa

Rabu, 15 April 2026 | 22:14

Gaduh Motor Listrik, Muncul Desakan Copot Kepala BGN

Rabu, 15 April 2026 | 21:53

BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah dalam 5 Dekade

Rabu, 15 April 2026 | 21:34

Dipimpin Ketum Peradi Profesional, Yuhelson Dikukuhkan Sebagai Guru Besar

Rabu, 15 April 2026 | 21:03

Terbongkar, Bisnis Whip Pink Ilegal Raup Omzet hingga Rp7,1 Miliar

Rabu, 15 April 2026 | 20:51

Pakar dan Praktisi Kupas Tata Kelola Intelijen di Tengah Geopolitik Global

Rabu, 15 April 2026 | 20:42

2,1 Juta Peserta BPJS PBI Kembali Aktif

Rabu, 15 April 2026 | 20:30

Revisi UU Pemilu Bukan Cuma Ambang Batas

Rabu, 15 April 2026 | 20:10

Sejarah Panjang Trem Jakarta dari Masa ke Masa

Rabu, 15 April 2026 | 20:05

Film The Legend of Aang: The Last Airbender Diduga Bocor di X Jelang Tayang Oktober 2026

Rabu, 15 April 2026 | 19:45

Selengkapnya