Berita

Reklamasi Jakarta/Net

Nusantara

Penolakan Reklamasi Bukti Keberpihakan Pada Pribumi

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 04:12 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Mantan Tim Pemenangan Anies-Sandi, Anggawira mengatakan untuk mengejawantahkan pidato pertama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengenai keberpihakan memperjuangkan martabat pribumi, pemerintahan Provinsi DKI Jakarta tetap menolak reklamasi.

Teluk Jakarta akan diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran warga ibukota.

"Merujuk pidato pertama Gubernur baru kita, Mas Anies, Jakarta adalah tempat dituliskannya janji kemerdekaan dan di tanah ini janji itu tak boleh tak terlunaskan. Janji kemerdekaan itu adalah kesejahteraan. Dan kesejahteraan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia, yang telah berjuang keras merebut kemerdekaan. Karena itu, sebagai bukti keberpihakan terhadap ketimpangan ekonomi, Pemprov DKI dibawah kepemimpinan Mas Anies tetap tolak reklamasi," jelas Anggawira, Kamis (19/10).


Anggawira yang juga calon walikota Kota Bekasi ini menyatakan pembangunan Reklamasi Teluk Jakarta hanya menguntungkan segelintir orang ataupun kelompok. Di lain pihak, proyek ini menyingkirkan sebagian besar warga Jakarta.

"Pembangunan Reklamasi Teluk Jakarta jika diteruskan, berarti mencaplok hak masyarakat pesisir. Masyarakat pesisir berhak atas ruang laut dan sumber daya kelautan. Teluk Jakarta akan tetap dipertahankan bagi mereka. Bahkan diupayakan melalui berbagai program, agar Teluk Jakarta ini dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran masyarakat pesisir," ujarnya.

Anggawira yang juga sekaligus Ketua BPP HIPMI, mencontohkan salah satu program bagi masyarakat pesisir Teluk Jakarta adalah peningkatan kapasitas nelayan. Selain ditingkatkan alat produksinya, nelayan juga dilatih kewirausahaan agar dapat bersaing dan mengelola usahanya secara modern.

"Isi pantun dalam pidato pertama Mas Anies mesti segera ditunaikan. Mari berkeringat bekerja keras untuk masyarakat pesisir. Tulus ikhlas tunaikan amanah kemerdekaan," tutup Anggawira dalam keterangan tertulisnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Pakar HTN Sambut Baik Putusan MK Perkuat Kedudukan Hasil Audit BPK

Selasa, 21 April 2026 | 18:18

Refly Harun soal Info P21 Kasus Ijazah Jokowi: Itu Ngarang!

Selasa, 21 April 2026 | 18:17

Efek Domino MBG, Pendapatan Petani Naik 60 Persen

Selasa, 21 April 2026 | 18:13

Hadiah Hari Kartini: Pengesahan UU PPRT Lindungi Pahlawan Domestik

Selasa, 21 April 2026 | 18:04

Staf PBNU Mangkir dari Panggilan, KPK Siap Jadwal Ulang

Selasa, 21 April 2026 | 17:52

RUU PPRT Disahkan DPR Bukti Perempuan Hadir di Parlemen

Selasa, 21 April 2026 | 17:43

Peringati Hari Kartini, KPP: Perempuan Harus Aktif dari Suara ke Aksi

Selasa, 21 April 2026 | 17:42

Huawei Rilis Pura 90 Series, Ini Spesifikasi, Fitur Kamera, dan Harganya

Selasa, 21 April 2026 | 17:16

Staf Orang Kepercayaan Maidi Dicecar KPK soal Penampungan Dana CSR

Selasa, 21 April 2026 | 17:13

13 WNI Jadi Korban Kebakaran 1.000 Rumah Apung di Malaysia

Selasa, 21 April 2026 | 17:10

Selengkapnya