Berita

Anies-Sandi/Net

Nusantara

Tidak Ada Sidang Paripurna Anies-Sandi, Bukti Komunikasi Gerindra-PKS Di DPRD Buruk

KAMIS, 19 OKTOBER 2017 | 01:29 WIB

. Tidak diadakannya sidang paripurna istimewa pelantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno oleh DPRD DKI Jakarta merupakan lampu kuning bagi Partai Gerindra dan PKS. Hal itu menandakan komunikasi kedua partai sebagai partai pengusung di DPRD buruk.

"Artinya partai pendukung harus lebih berusaha lagi mengintensifkan konsolidasi dan komunikasi politik," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Reza Haryadi, Rabu (18/10).

Menurut Reza, sidang paripurna istimewa penyambutan gubernur-wakil gubernur baru memang hanya kebiasaan politik dan tidak mengikat.


"Memang tak berpengaruh untuk legitimasi. Hanya menunjukkan ini lampu kuning bagi partai pendukung," ujar Reza.

Apalagi partai pendukung Anies-Sandi di DPRD termasuk minoritas. Sehingga gagalnya paripurna harus ditindaklanjuti dengan komunikasi politik lebih serius.

"Kalau tak ada konsolidasi yang baik, bagaimana mau berjalan nanti program dan janji-janji Anies-Sandi," pungkas Reza dilansir dari RMOL Jakarta.

Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi sebelumnya mengatakan, setelah pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta dilakukan di Istana Negara, tidak perlu lagi dilakukan sidang paripurna istimewa. Sekarang ini sidang paripurna istimewa hanya digelar sekali setahun yakni setiap perayaan HUT DKI Jakarta 22 Juni.

"Dulu saat pelantikan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama pelantikan masih dilakukan oleh DPRD dalam paripurna istimewa. Setelah UU Pilkada dan UU Pemerintah Daerah disahkan, pelantikan dilakukan oleh Presiden. Makanya, saat Ahok dilantik tidak ada paripurna istimewa, begitupun setelah pelantikan Djarot," kata Prasetio, politisi PDIP. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya